29.5 C
Jakarta

Kedaireka Siap Dukung Pengembangan Bumdes

Must read

Sudah Lebih dari 568 Formasi Ribu Guru Diusulkan Pemda Melalui Skema ASN PPPK

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah daerah (pemda) telah mengajukan usulan sebanyak 568.238 formasi guru melalui skema Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

Mudahkan Masyarakat Berinfak, Bank BPD DIY Luncurkan Launching Infak Melalui QRIS

SLEMAN, MENARA62.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman meluncurkan Infak Masjid melalui QRIS Bank BPD DIY, Kamis (4/3/2021). Launching...

Muhammadiyah Kalimantan Timur Bantu Bangun Huntap Di Hulu Sungai Tengah

  Balikpapan, MENARA62.COM- Muhammadiyah Kalimantan Timur mengirimkan bantuan material untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu...

Reses di Cempaka Putih, Ismail Serap Aspirasi Warga

JAKARTA, MENARA62.COM– Anggota Komisi B, DPRD DKI Jakarta, Ismail, melaksanakan pertemuan dengan warga dalam rangka reses masa sidang pertama tahun 2021, di...

JAKARTA, MENARA62.COM – Program Kampus Merdeka dan Kedaireka berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Desa untuk pengembangan serta upaya revitalisasi Bumdes. Program Kedaireka siap mendukung scale up program Bumdes dan berbagai mitranya seperti BRI, Softaet, Bumdes Nusantara, Sari Husada dan Perguruan Tinggi yang menjalin kerja sama melalui MoU.

Hal tersebut dirangkum dalam sebuah acara bertajuk “Kick Off Kolaborasi Bumdes Industri Kampus 2021” yang berlangsung secara virtual, Kamis (21/1).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam mengatakan bahwa Perguruan Tinggi harus cepat beradaptasi dengan perubahan yang pesat yang terjadi saat ini. Dan perubahan pola-pola harus dilakukan, seperti mahasiswa yang dahulu mungkin berada dalam lorong-lorong yang sempit di dalam program studinya, kini menuju pada pembelajaran yang lebih luas, untuk mewujudkan setiap potensi yang ada di negeri ini.

Nizam memaparkan bahwa saat ini kita juga berada pada beberapa hal yang harus dihadapi yang disebut sebagai megatrend dunia. Beberapa hal tersebut antara lain perubahan geopolitik, demografi dunia, urbanisasi global, perdagangan internasional, keuangan global, kelas pendapatan menengah, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, dan kemajuan teknologi.

“Kesemuanya harus dapat dihadapi bersama, terutama oleh dunia pendidikan tinggi dan juga adaptasi yang dapat dilakukan oleh desa. Karenanya kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan desa harus ditingkatkan,” lanjutnya.

Nizam jelaskan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan khusus untuk program Kedaireka sebagai dana pendamping sebesar Rp250 Miliar, dan hal tersebut terbuka bagi mitra-mitra industri yang peduli dengan pembangunan desa.

“Kita harus bergandengan tangan, berkolaborasi, bergotong royong membangun negeri, dimulai dari pendampingan, pengelolaan dan peningkatan keahlian dan  kapasitas pengurus Bumdes untuk meningkatkan sumber  daya alam dan kerja sama dengan industri,” jelas Nizam.

Nizam mengatakan, Kedaireka hadir untuk menggandeng tangan teman-teman di Bumdes yang mungkin bisa dioptimalkan lebih lanjut dan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki ide, pemikiran, riset dan pengembangan serta sumber daya manusia.

“Kedaireka hadir sebagai mata rantai untuk menghubungkan antara hulu dan hilir, menghubungkan antara masyarakat dan kampus, Bumdes dan kampus, menghubungkan dengan mahasiswa dan sebaliknya,” tutur Nizam.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid, yang memberikan arahan stategis terhadap dana desa 2021 dan sangat mengapresiasi hadirnya Kedaireka dari Ditjen Dikti.

“Bumdes dengan indutri kampus dapat dikemas dalam satu platfom baru yaitu Kedaireka, dan di sisi lain saya senang dari ruang lingkup pelatihan, bagaimana kita mendorong, menaikkan kompetensi dari Bumdes dan desa kita supaya beradaptasi berbagai macam dinamika,” ucap Taufik.

Taufik Madjid mengatakan, bahwa ada 5 aspek prinsip dana desa yaitu, Aspek Kemanusiaan, Keadilan Sosial, Kebhinekaan, keseimbangan Alam dan Kepentingan Nasional. Taufik menjelaskan 3 Prioritas Penggunaan Dana Desa diarahkan untuk percepatan aksi Sustainable Development Goals (SDGs) desa, yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional, Program Proritas Nasional dan Adaptasi Kebiasaan Baru Desa. Acara diakhiri dengan pelaksanaan tanda tangan MoU secara virtual oleh beberapa Perguruan Tinggi.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

Sudah Lebih dari 568 Formasi Ribu Guru Diusulkan Pemda Melalui Skema ASN PPPK

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah daerah (pemda) telah mengajukan usulan sebanyak 568.238 formasi guru melalui skema Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

Mudahkan Masyarakat Berinfak, Bank BPD DIY Luncurkan Launching Infak Melalui QRIS

SLEMAN, MENARA62.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman meluncurkan Infak Masjid melalui QRIS Bank BPD DIY, Kamis (4/3/2021). Launching...

Muhammadiyah Kalimantan Timur Bantu Bangun Huntap Di Hulu Sungai Tengah

  Balikpapan, MENARA62.COM- Muhammadiyah Kalimantan Timur mengirimkan bantuan material untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu...

Reses di Cempaka Putih, Ismail Serap Aspirasi Warga

JAKARTA, MENARA62.COM– Anggota Komisi B, DPRD DKI Jakarta, Ismail, melaksanakan pertemuan dengan warga dalam rangka reses masa sidang pertama tahun 2021, di...

Menparekraf Optimis Pariwisata Indonesia Tahun 2021 Akan Bangkit Kembali

JAKARTA, MENARA62.COM - Optimistis kebangkitan sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif makin menguat seiring program vaksinasi covid-19 dan berbagai kebijakan pemerintah terkait sektor pariwisata. Dalam...