25.6 C
Jakarta

Kemendikbud akan Membuat Database ‘Pernikahan’ Pendidikan Vokasi dengan Industri

Must read

Tim Ambulance PCM Tempel Siaga Bantu Keluarga Korban Laka Laut

SLEMAN, MENARA62.COM - Kasus kecelakaan laut (laka laut) yang menewaskan 7 anggota keluarga warga Tempel Sleman, di Pantai Goa Cemara, menyisakan duka mendalam. Hingga...

Pelatihan PMR Wira di SMK Muhammadiyah 2 Turi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Neti Purwanti, MPd mengatakan pelatihan PMR WIRA rencananya akan berlangsung di sekolah SMK Muhammadiyah 2 Turi....

Wabup Sleman, Sri Muslimatun Bagikan Masker di Sejumlah Pasar

SLEMAN, MENARA62.COM - Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, bersama jajarannya membagi-bagikan 1000 masker kepada masyarakat yang berada di Pasar Tanjung dan Pasar Kliwon, Kecamatan...

Catatan yang Tersisa dari Iduladha : Kurban dan Semangat Memberi

Ole:h Ashari, SIP.* Sebulan menjelang kurban, biasanya kita (panitia) sudah disibukkan dengan berbagai hal yang terkait dengan masalah pembelian hewan kurban (sapi, kambing, kerbau, unta)....

JAKARTA, MENARA62.COM – Untuk memastikan bahwa link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri tidak sekedar seremonial saja dan sudah berlanjut ke jenjang pernikahan, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud akan membuat database pernikahan pendidikan vokasi dan dunia industri. Database ini dapat menjadi data primer yang disajikan bagi masyarakat untuk mengetahui lembaga pendidikan vokasi mana saja yang sudah melakukan pernikahan dengan dunia industri dan bagaimana prospek lapangan kerjanya.

“Kalau mau dibikin sistem pengawasan dan monitoringnya bisa saja, tetapi ada kesan kita tidak percaya. Tetapi akan kita bikin databasenya,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto pada Bincang Edukasi: Ngobrol Asik dengan Cak Lontong Tentang Vokasi, yang digelar secara virtual, Jumat (11/7/2020).

Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto

Database ini nantinya memuat daftar pendidikan vokasi baik Politeknik maupun SMK terkait mitra dan jenis kerjasamanya. Siapa saja dunia industri yang sudah menjadi mitra, dan jenis kemitraannya meliputi aja saja.

Tetapi menurut Wikan, hal terpenting dari pengawasan dan monitoring pernikahan pendidikan vokasi dengan industri tersebut adalah angka serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia industri atau dunia kerja. Jika angka serapannya rendah dibawah 80 persen, berarti ada yang salah dengan ‘pernikahan’ tersebut, ada yang salah dengan kurikulum yang sudah disusun bersama.

“Kalau sudah link and match harusnya angka serapan lulusan minimal 80 persen bisa tercapai. Jadi cara mengukurnya gampang. Kita akan lihat 2 tahun setelah MoU berapa persen angka serapan lulusan di dunia industri atau dunia kerja,” lanjut Wikan.

Guru Besar ITB Prof Dr Iwan Pranoto mengemukakan hal terpenting dari pernikahan pendidikan vokasi dan industri adalah meningkatkan relevansi dan konver

gensinya. Apa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan vokasi harus relevan dengan kebutuhan dunia industri, juga sebaliknya. Dengan cara demikian maka ketertarikan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan vokasi akan meningkat.

Ia mengakui hingga saat ini, di Indonesia masih terjadi dikotomi antara pendidikan umum dengan pendidikan vokasi. Dikotomi itu sebenarnya muncul sejak era industri pertama dan masih terus berlangsung hingga sekarang.

Ke depan, Prof Iwan yakin bahwa dikotomi antara pendidikan vokasi dengan pendidikan umum akan semakin menghilang. Sekat antar dua jenis pendidikan ini akan semakin tipis. Hal tersebut terjadi karena saat ini, pendidikan umum juga menuntut adanya relevansi dengan dunia kerja. Sementara di sisi lain, pendidikan vokasi juga membutuhkan kecakapan akademik yang terus meningkat.

Dengan fenomena tersebut, Prof Iwan memandang sudah saatnya Kemendikbud berupaya lebih keras lagi untuk meningkatkan level pendidikan vokasi. Jangan sampai anggapan bahwa SMK hanya cocok untuk anak orang, menjadi kendala untuk mendapatkan input-input berkualitas pendidikan vokasi.

“Pekerjaan besar Kemendikbud adalah bagaimana semua orang tua senang memasukkan anaknya ke SMK atau Politeknik,” tambah Prof Iwan.

Prof Dr Iwan Pranoto, Guru Besar Fakultas MIPA UGM

Sekolah yang mengejar ijazah semata menurut Wikan sudah tidak zamannya lagi. Sebab sekolah tanpa disertai dengan passion, ibarat menikah tanpa cinta. Sehebat apapun nilai yang diperoleh, jika passionnya tidak ada, maka itu hanya akan sia-sia.

“Dulu orangtua selalu berangan-angan anak sekolah di sekolah yang hebat lalu kerja di kantoran. Anak nurut saja, ngga ada passion apalagi visi. Ini berbahaya,” tukas Wikan.

Karena itu, ia mengimbau orangtua untuk tidak ragu memasukkan anak-anaknya ke pendidikan vokasi. Pendidikan ini tidak hanya memberikan tanda lulus ijazah tetapi juga jenis ketrampilan untuk menjawab aku bisa apa, sehingga lebih siap memasuki dunia kerja. Apalagi sekarang peluang untuk bisa melanjutkan bagi lulusan pendidikan vokasi sudah terbuka lebar. Mereka bisa melanjutkan magister terapan baik di Swiss maupun Jerman.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tim Ambulance PCM Tempel Siaga Bantu Keluarga Korban Laka Laut

SLEMAN, MENARA62.COM - Kasus kecelakaan laut (laka laut) yang menewaskan 7 anggota keluarga warga Tempel Sleman, di Pantai Goa Cemara, menyisakan duka mendalam. Hingga...

Pelatihan PMR Wira di SMK Muhammadiyah 2 Turi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Neti Purwanti, MPd mengatakan pelatihan PMR WIRA rencananya akan berlangsung di sekolah SMK Muhammadiyah 2 Turi....

Wabup Sleman, Sri Muslimatun Bagikan Masker di Sejumlah Pasar

SLEMAN, MENARA62.COM - Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, bersama jajarannya membagi-bagikan 1000 masker kepada masyarakat yang berada di Pasar Tanjung dan Pasar Kliwon, Kecamatan...

Catatan yang Tersisa dari Iduladha : Kurban dan Semangat Memberi

Ole:h Ashari, SIP.* Sebulan menjelang kurban, biasanya kita (panitia) sudah disibukkan dengan berbagai hal yang terkait dengan masalah pembelian hewan kurban (sapi, kambing, kerbau, unta)....

Dirjen Dikti Apresiasi Unpad yang Terlibat dalam Penanganan Covid-19

BANDUNG, MENARA62.COM - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengapresiasi peran serta Universitas Padjadjaran (UNPAD) dalam upaya mitigasi dan penanganan pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan...