28.2 C
Jakarta

Kepala DLH Jawa Timur Apresiasi Gerakan Merdeka Sampah Eco Bhinneka

Baca Juga:

 

BANYUWANGI, MENARA62.COM – Eco Bhinneka Regional Banyuwangi bersama PWNA Jawa Timur menggelar Gerakan Merdeka Sampah yang diikuti oleh TK Dinar Nasyiah dan TK lintas agama di Banyuwangi yang berlokasi di Hutan Djawatan, Benculuk, Banyuwangi Jumat (25/8/2023). Selain di Djawatan, gerakan ini juga serentak  oleh TK dibawah naungan Nasyiah se-Jawa Timur, kader nasyiah mulai ranting hingga daerah se-Jawa Timur. Pembiasaan berkaitan dengan merawat kelestarian lingkungan dimulai sejak usia dini.

Kegiatan ini meliputi edukasi pengelolaan sampah yang bisa dilakukan untuk usia dini. Para peserta juga diperkenalkan jenis-jenis sampah yakni organik dan anorganik. Untuk sampah organik peserta diperkenalkan dengan larva yang mampu mengurai sampah menjadi kompos dengan cepat yakni maggot. Para peserta antusias melihat maggot kecil hingga yang besar. Dan maggot ini bisa dimanfaatkan untuk pakan unggas dengan protein tinggi.

Selanjutnya para peserta diajak untuk aksi clean up sampah anorganik di area Djawatan. Sampah dari para wisatawan yang dibuang sembarangan ini diburu dan dimasukkan ke trash bag oleh anak-anak TK yang didampingi oleh guru dan juga orang tua. Trash bag yang sudah terisi oleh sampah anorganik ini kemudian di timbang beratnya dan dicatat. 10 trash bag paling berat mendapatkan doorprize.

“Harapan kami dengan adanya bekal pengetahuan yang telah kita dapat semoga seluruh keluarga Nava Dhammasekha TK Paramita Pelangi Jaya dapat menerapkan lingkungan rumah dan sekolah yang senantiasan bersih dan nyaman,” harap Wanti Nuriska , Guru  TK perwakilan agama Budha.

Pelibatan TK lintas agama ini adalah ruh inklusif Eco Bhinneka. Membangun komunitas lintas iman yang tangguh dan inklusif yang bersama-sama dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Sangat berterima kasih atas Gerakan Merdeka Sampah ini. Semoga gerakan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif terhadap prinsip 3R (Reduce, Reuse and Recycle) dalam pengelolaan sampah. Ayo tuntaskan masalah sampah, jaga lingkungan dari sampah dan wujudkan Jawa Timur bersih dari sampah,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Bapak Jempin Marbun.

Ajakan Kepala DLH Jawa Timur ini gayung bersambut dengan upaya minim sampah yang dilakukan Nasyiah dalam perhelatan kegiatan ini. Bagaimana caranya supaya kegiatan ini bukan justru menimbulkan tumpukan sampah baru. Peserta dihimbau membawa tumbler dan kotak makanan kosong yang nantinya akan diisi kue snack oleh panitia. Dengan begini tidak menyebabkan sampah kemasan kue/ snack maupun kemasan botol-botol minuman. Sekalipun sampah plastik bisa direcycle namun biaya untuk merecycle cukup besar. Akan jauh lebih ringan jika mau berusaha untuk meminimalkan sampah plastiknya. (zahro)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!