SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id sukses menggelar penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, Kamis (28/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam menanamkan nilai ibadah, kepedulian sosial, dan kebersamaan di lingkungan civitas akademika.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, UMS menyembelih sebanyak 6 ekor sapi. Empat ekor sapi berasal dari dosen dan karyawan UMS, sementara dua ekor lainnya merupakan bantuan penyaluran kurban dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BCA Syariah.
Ketua Takmir Masjid UMS, Muchamad Iksan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban di UMS melibatkan berbagai unsur kampus. Panitia kurban berasal dari Takmir Masjid UMS, Pejuang Masjid, LPPIK, dosen, karyawan, hingga mahasiswa internasional yang turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
“Pihak yang terlibat ini panitianya dari Takmir Masjid, termasuk Pejuang Masjid, kemudian dari LPPIK, beberapa karyawan maupun dosen, dan ada mahasiswa-mahasiswa internasional yang ikut bergabung,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kurban tidak hanya sebatas membantu teknis pelaksanaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nilai sosial dan keagamaan. Mahasiswa turut membantu penyediaan konsumsi, pemotongan daging, hingga proses pengemasan daging kurban.
Selain itu, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Pejuang Masjid UMS juga ikut membantu proses penyembelihan. Iksan menyebut, mahasiswa tersebut telah mengikuti pelatihan dan selama dua tahun terakhir turut terlibat dalam proses penyembelihan hewan kurban di UMS.
Distribusi daging kurban diprioritaskan bagi anggota Pengajian Al-Ma’un yang terdiri atas karyawan outsourcing di lingkungan UMS. Mereka meliputi cleaning service, satuan pengamanan, petugas sepeda, serta tenaga pendukung lainnya yang selama ini turut berperan dalam aktivitas kampus.
Wakil Rektor III Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan, Pengkaderan, dan Alumni UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menyampaikan bahwa ibadah kurban menjadi momentum untuk mendorong dosen dan karyawan UMS agar terbiasa menunaikan ibadah yang disunnahkan Rasulullah SAW. UMS juga memberikan subsidi bagi dosen dan karyawan yang berniat berkurban.
“Harapannya menjadi kebiasaan mereka di tempat tinggalnya masing-masing untuk berkurban di tahun-tahun berikutnya. Dari aspek distribusi, daging diberikan kepada pegawai UMS, terutama tenaga outsourcing yang tergabung dalam Pengajian Al-Ma’un,” jelasnya.
Mutohharun Jinan menambahkan, pelaksanaan kurban juga menjadi bentuk penguatan fungsi Masjid UMS secara luas. Menurutnya, Masjid Hj. Sudalmiyah Rais tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan spiritual, sosial, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, UMS berharap semangat berkurban dapat semakin menguatkan karakter peduli sosial, khususnya bagi generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan kurban menjadi wujud pembelajaran langsung tentang nilai relawan, profesionalitas, kebersamaan, serta pengelolaan ibadah kurban sesuai syariat. (*)

