27 C
Jakarta

Legislator: Indonesia Negara Paradoks

Baca Juga:

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

JAKARTA, MENARA62.COM - Guna lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital, Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan...

 

Bandung, Menara62.com – Sebagai negara agraris, rakyat Indonesia seharusnya lebih sejahtera dari saat ini. Kini masyarakat kita banyak yang kesulitan ekonomi. Bahakn yang paling ironis, kita seperti mati di lumbung padi. Soalnya, kita tidak dapat mengkonsumsi hasil pertanian sendiri sebab hampir semua jenis komoditas harus impor.

Kondisi seperti ini menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sunatra seharusnya tidak terjadi. “Bagaimana bisa rakyat yang hidup di negara yang sangat kaya ini tetapi kesejahteraan sangat minim sekali,” ungkapnya dalam kesempatan reses di Kota Bandung, Senin (20/12/2016).

Menurut Sunatra harus diakui bahwa bangsa ini seringkali mengalami kekurangan pangan. Tidak ada upaya yang serius dari pihak pemerintah untuk mempertahankan produk pangan dalam negeri. Jika dulu katanya, bangsa ini sangat dikenal dengan swasembada pangan, tetapi kini kita kekurangan.

Maka menurut Sunatra, tidak jika kini pemerintah selalu mengambil jalan pintas yaitu impor. “Yang diimpor itu hasil pertanian, yang sebanarnya bisa ditanam di tanah kita sendiri,” katanya. Karenanya menurut Sunatra kondisi ini tentu saja sangat ironis.

Di pasaran menurut Sunatra, kita sudah dikepung dengan beras Vietnam. Bahkan singkong yang dari dulu tinggal ngambil di ladang kita, sekarang harus impor. “Belum lagi berbagai buah-buahan seperti jeruh, pepaya, pisang, dan yang sejenisnya, di supermarket semuanya berasal dari luar negeri,” paparnya.

Maka menurut Sunatra, negara Indonesia kini merupakan negara yang paradoks. Sangat ironis dan memalukan. “Kalau negara ini benar-benar diurus dengan baik, maka tidak mungkin di Kota Bandung saja sampai ada 375 titik kumuh dan miskin, apalagi di daerah-daerah lain yang jauh dari Ibi Kota Provinsi dan Ibu Kota Negara, kondisinya pasti lebih parah lagi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

JAKARTA, MENARA62.COM - Guna lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital, Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan...

Ketua PDM Way Kanan Resmikan Masjid Abdullah Komplek SMP Muhammadiyah Baradatu

  WAY KANAN, MENARA62.COM-Bertempat di masjid Abdullah Komplek Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Baradatu Way Kanan telah berlangsung kegiatan peresmian Masjid dengan nama masjid Abdullah...