26.5 C
Jakarta

Lulus Promosi Doktor, Dosen UMMAD Perkuat Mutu Akademik Kampus

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Madiun kembali memiliki Doktor baru usai Promovendus Muhammad Syarifuddin menyelesaikan Ujian Terbuka Promosi Doktor Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, pada Rabu (15/4).

 

Disertasi yang diujikan oleh Promovendus Muhammad Syarifuddin berjudul Strategi Dakwah Majelis Ilmu dan Dizikir Ar Raudhah dalam Kontestasi Islam di Kota Surakarta.

 

Dalam ujian terbuka tersebut, Muhammad Syarifudin diuji penguji yaitu Promotor/Penguji: Prof. Dr.KH.Awaludin Pimay, LC., M.Ag. Sedangkan co-promotor adalah Dr. Agus RIyadi.S.Sos,.M.Si.Penguji 1: Prof.Dr. H. Moch Nur Ichwan, S.Ag., M.A.

 

Muhammad Syarifudin menyampaikan keberhasilannya dalam ujian disertasi hari ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang perjalanan panjang yang akhirnya sampai pada satu titik.

 

“Lega, haru, dan syukur menyatu dalam hati. Terima kasih ya Allah, Engkau telah menguatkan langkah ini. Semoga ilmu ini menjadi jalan kebermanfaatan,” ujar Dosen Prodi Ilmu Komunikasi yang segeea resmi bergelar Doktor Studi Islam tersebut.

 

 

 

Disertasi Muhammad Syarif mendalami persoalan kontestasi Islam di Kota Surakarta sebagai persaingan internal antarkelompok Muslim yang memiliki perbedaan ideologi, kultural, dan epistemologis.

 

Kontestasi itu bisa dimunculkan dalam bentuk dakwah, praktik ritual, dan juga media digital. “Penelitian ini bertujuan

memahami dinamika kontestasi tersebut serta strategi dakwah Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah secara non-konfrontatif,” jelas Muhammad Syarifuddin.

 

Muhammad Syarifudin menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analitis dalam merancang penelitian disertasi dengan menggunakan data dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan.

 

Kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan

kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Kerangka analisanya menggunakan gabungkan teori strategi dakwah Al-Bayānūnī dan konsep hegemoni Antonio Gramsci.

 

Hasilnya menunjukkan kontestasi terjadi di arena ideologis, ruang publik keagamaan, media digital, dan praktik kultural,” ujar Muhammad Syarif. Sementara itu di sisi majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah merespon kontestasi dengan strategi sufistik-kultural berupa penguatan spiritualitas, sanad keilmuan, keteladanan akhlak, dan pemanfaatan media digital secara persuasif.

 

Strategi ini menurut Muhammad Syarifudin mencerminkan war of position kultural dan simbolik yang membangun hegemoni moral dan spiritual secara damai dan berkelanjutan.

 

“Dari model penelitian ini menghadirkan

model dakwah sufistik urban kontemporer sebagai kontribusi teoretis dan praktis bagi kajian ilmu dakwah dalam konteks masyarakat plural dan dinamis,” terang Muhammad Syarifuddin.

 

Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD menyampaikan UMMAD memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan atmosfer akademik. “Salah satunya dengan dengan kualitas dosen dengan kualifikasi doktor. Hal ini menjadikan Universitas Muhammadiyah Madiun menjadi pilihan utama untuk melanjutkan studi,” ujar Prof. Dr. Sofyan Anif.

 

Rektor UMMAD menambahkan bahwa dengan kualifikasi dosen yang ada, Universitas Muhammadiyah Madiun memberikan pelayanan akademik yang prima bagi mahasiswa. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!