26 C
Jakarta

Mahasiswa UMM Didorong Jadi Startup Digital

Baca Juga:

MALANG, MENARA62.COM — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur didorong untuk menjadi startup digital. Sehingga bisa membantu usaha kecil menengah (UKM) dalam memasarkan produknya melalui internet.

Saat ini, ada sekitar 4.500 pelaku UKM di Malang, namun masih sedikit di antara mereka yang menjual produknya melalui sistem startup. “Padahal, banyak yang bisa dan paham soal berjualan di internet, tapi tidak punya produk untuk di jual. Seperti kalian,” kata Afrizal Novian, Head of Business Development, Beon Intermedia di hadapan puluhan mahasiswa UMM.

Jumat (13/1/2017), Gerakan Nasional 1000 Startup Digital menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM memotivasi mahasiswa membangun bisnis startup. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow digelar di Auditorium Biro Administrasi Umum (BAU).

Pembicara dalam talkshow tersebut praktisi dan juga alumni UMM yang bergelut di industri kreatif. Di antaranya Vicky Arief, koordinator Malang Creative Fusion; Dadik Wahyu, CEO Utero Grup; Mochammad Yusuf, CEO Paperplay Studi; juga turut menghadirkan Kepala Laboratorium Teknik Informatika UMM, Eko Budi Cahyo.

“Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1.000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital,” kata Afrizal Novian.

Pembicara menyampaikan materinya pada talkshow menjadi startup digital di Kampus UMM, Jawa Timur, Jumat (13/1/2017). (foto : humas UMM)

Lebih lanjut Afrizal mengatakan gerakan ini diinisiasi KIBAR dan didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI). KIBAR sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bertujuan membangun ekosistem teknologi di Indonesia melalui inisiatif-inisiatif pembangunan kapasitas, mentoring, dan inkubasi di berbagai kota.

Pahlawan Digital, kata Afrizal, merupakan program untuk meningkatkan konten lokal yang positif untuk Indonesia yang lebih ‘melek’ teknologi. Salah satunya dengan cara meng-online-kan bisnis-bisnis UKM di Indonesia. Lewat program tersebut, mahasiswa juga didorong untuk turut membantu membuatkan sebuah website bisnis-bisnis UKM secara gratis.

“Karena kebanyakan dari mereka, terutama yang berasal dari daerah pinggiran, tidak tahu bagaimana menggunakan internet. Apalagi bagaimana cara berjualan di internet dan memilih untuk fokus dengan cara bisnisnya sekarang,” ujar Afrizal.

Dijelaskan Afrizal, mahasiswa yang menjadi pelaku bisnis startup harus mengikuti lima tahapan. Pertama, tahap ignition atau ajang penaman pola pikir enterpreneurship. Kedua, workshop, yaitu pembekalan keahlian dasar yang dibutuhkan dalam membuat startup digital. Ketiga, hackprint atau pembentukan tim yang saling melengkapi skill untuk membuat proto type produk. Keempat yakni tahap bootcamp atau pembinaan mendalam bersama mentor untuk menyiapkan peluncuran produk. Kelima, tahap incubations yakni pembinaan lanjutan sampai akhirnya siap jadi bagian dari ekosistem startup digital.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!