SOLO, MENARA62.COM – Ziarah ke makam Prof. Dr. R. Soeharso tidak sekadar menjadi agenda seremonial bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Momentum tersebut justru menjadi ruang refleksi untuk menumbuhkan semangat pengabdian, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Hal itu dirasakan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) UMS saat mengikuti upacara dan ziarah di makam Prof. Dr. R. Soeharso di Desa Seboto, Kecamatan Ampel, Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, sehari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Desa Seboto.
PIC Kegiatan PPK Ormawa HMP PTI UMS, Muhammad Ivan Budi Setiawan, mengatakan nilai perjuangan Prof. Dr. R. Soeharso memiliki relevansi kuat dengan program yang tengah dikembangkan mahasiswa.
“Bagi kami, nilai pengabdian yang diwariskan Prof. Dr. R. Soeharso memiliki relevansi dengan program yang tengah dijalankan. Kami terus mendorong pengembangan inovasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Seboto,” ujar Ivan saat ditemui Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, semangat pengabdian tersebut diwujudkan mahasiswa melalui berbagai inovasi di sektor pertanian. Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS mengembangkan Seboto Smart Farming, membangun greenhouse, serta menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung sektor pertanian masyarakat.
“Inovasi tersebut menjadi wujud kontribusi mahasiswa UMS dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Belajar dari Perjuangan Prof. Soeharso
Selama mengikuti upacara dan prosesi ziarah, tim PPK Ormawa HMP PTI UMS bersama masyarakat Desa Seboto tidak hanya mengenang sosok Prof. Dr. R. Soeharso, tetapi juga menggali nilai-nilai perjuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan mahasiswa.
Prof. Dr. R. Soeharso dikenal atas dedikasi dan jasanya bagi bangsa, terutama dalam mendorong perkembangan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Ivan menilai ketekunan, kepedulian terhadap sesama, dan semangat menghadirkan perubahan yang ditunjukkan Prof. Soeharso relevan dengan peran mahasiswa saat ini.
“Prof. Dr. R. Soeharso dikenal melalui dedikasi dan jasa-jasanya bagi bangsa, khususnya dalam mendorong perkembangan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Indonesia,” ujarnya.
Nilai tersebut, lanjut Ivan, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak berhenti pada gagasan, tetapi berani menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial. Momentum ziarah menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian, dedikasi, serta keberanian untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Pengabdian Berbasis Teknologi
Keterlibatan dalam kegiatan ziarah juga semakin memperkuat hubungan antara tim PPK Ormawa HMP PTI UMS dan masyarakat Desa Seboto.
Bagi mahasiswa, kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci agar program pemberdayaan tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek. Program dirancang untuk tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Semangat tersebut selaras dengan arah gerak PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 yang menjadikan pengabdian, inovasi, dan nilai kemanusiaan sebagai landasan pelaksanaan program.
Melalui Seboto Smart Farming, greenhouse, dan pemanfaatan IoT, mahasiswa berupaya mengintegrasikan kompetensi teknologi informasi dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga belajar memahami persoalan masyarakat sekaligus merancang solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bagi tim PPK Ormawa HMP PTI UMS, jejak Prof. Dr. R. Soeharso pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kisah masa lalu. Nilai perjuangannya diterjemahkan menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Upacara dan ziarah di makam Prof. Dr. R. Soeharso di Desa Seboto pun menjadi salah satu momentum yang mempertemukan nilai sejarah dengan gerakan pengabdian mahasiswa pada masa kini. (*)


