25.6 C
Jakarta

Masker Kain Binaan BSN Raih SNI 8914:2020

Baca Juga:

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Salurkan 1.000 Bungkus Zakat plus 100 Paket Baksos

  SOLO, MENARA62.COM – Perkuat Religius, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan menyalurkan 1.000 bungkus zakat fitri dan 100 paket bakti sosial (baksos) melalui Lembaga...

Hardiknas 2021, Momentum Tepat bagi Guru Lakukan Perubahan

JAKARTA, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 menjadi momentum penting bagi para guru untuk melakukan berbagai perubahan. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

JAKARTA, MENARA62.COM – Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah di Bandung menyerahkan SPPT SNI 8914:2020 kepada 3 orang pemilik UMKM yang telah konsisten menerapkan SNI pada produknya. Ketiga pelaku UMKM tersebut adalah pemilik Babyfynnsass, PT. Sansan Saudaratex Jaya dan PT. Tatuis Cahya Internasional. Penyerahan SPPT SNI disaksikan Asisten III Administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim.

Ketiga penerima sertifikat tersebut merupakan binaan Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (KLT BSN) Jabar. KLT BSN Jabar, melakukan pendampingan penerapan SNI kepada pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, nilai tambah produk, serta memperluas pasar mereka.

Masker kain merk Babyfynnsass yang diproduksi oleh UMKM Babyfynsass Bandung sudah memproduksi lebih dari 5 juta masker dan memberdayakan masyarakat yang terkena PHK efek pandemi sebanyak 120 orang yang berasal dari Bandung dan sekitarnya. Sementara, masker kain yang diproduksi oleh PT. Sansan Saudaratex Jaya Cimahi dikenal dengan merk JsM dan yang diproduksi oleh PT. Tatuis Cahya Internasional dikenal dengan merk Tatuis.

“Keberhasilan ini patut diapresiasi mengingat upaya penerapan standar sampai mendapatkan sertifikat pastinya melalui proses yang tidak mudah, melalui tahapan pemahaman dan kesadaran, kebijakan pimpinan yang kuat, komitmen seluruh personel dari semua level, penyiapan sistem dan prosedur yang relevan sesuai dengan kebutuhan, serta implementasi standar yang konsisten,” terang Zakiyah dalam keterangan persnya.

Penerapan SNI 8914:2020, menurut Zakiyah sangat penting pada saat sekarang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk pencegahan virus COVID-19.

Sesuai SNI 8914:2020 persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable).

Pemilihan bahan untuk masker kain juga perlu diperhatikan, karena filtrasi dan kemampuan bernafas bervariasi tergantung pada jenis bahan. Efisiensi filtrasi tergantung pada kerapatan kain, jenis serat dan anyaman. Filtrasi pada masker dari kain berdasarkan penelitian adalah antara 0,7 % sampai dengan 60 %. Semakin banyak lapisan maka akan semakin tinggi efisiensi filtrasi.

SNI ini memang tidak berlaku untuk masker dari kain nonwoven (nirtenun) dan masker untuk bayi. Selain itu, standar ini tidak dimaksudkan untuk mengatasi semua masalah yang terkait dengan keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan dalam penggunaannya.

Penerapan SNI masker kain, diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19 jika diikuti dengan tindakan tetap mengikuti protokol kesehatan, yakni menjaga jarak dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

“Masker kain dapat berfungsi dengan efektif jika digunakan dengan benar, antara lain untuk mencegah percikan saluran nafas (droplet) mengenai orang lain,” ujarnya.

Zakiyah berharap, capaian ketiga pelaku usaha di Bandung tersebut bisa memberikan teladan dan inspirasi bagi pelaku usaha masker kain yang lain untuk menerapkan SNI 8914:2020  dapat berhasil dengan baik.

Tercatat, hingga Mei 2021, pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikat SPPT SNI 8914:2020 sebanyak 4 (empat) pelaku usaha.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Salurkan 1.000 Bungkus Zakat plus 100 Paket Baksos

  SOLO, MENARA62.COM – Perkuat Religius, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan menyalurkan 1.000 bungkus zakat fitri dan 100 paket bakti sosial (baksos) melalui Lembaga...

Hardiknas 2021, Momentum Tepat bagi Guru Lakukan Perubahan

JAKARTA, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 menjadi momentum penting bagi para guru untuk melakukan berbagai perubahan. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan...

Sambut Harsunas 2021, Rumah Sunat dr Mahdian Gelar Sunatan Massal

JAKARTA, MENARA62.COM – Dalam rangka menyambut Hari Sunat Nasional (Harsunas) 2021 yang berlangsung tanggal 15 Mei sampai 15 Juli 2021, Rumah Sunat dr. Mahdian...

Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace

JAKARTA, MENARA62.COM - Pada 2019 lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah merujuk Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Sebagai tindak lanjut...

Cegah Warga Nekad Mudik, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Meskipun sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini. "Sebagian...