26.1 C
Jakarta

Melalui ICPKL 2021, Adara Aktif Edukasi Sejarah dan Kondisi Palestina

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

JAKARTA, MENARA62.COM – Edukasi mengenai sejarah dan kondisi terkini Palestina terus dilakukan. Hal ini merupakan bagian dari agenda penting para aktivis Palestina internasional. Melalui Konferensi Internasional Palestina di  Kuala Lumpur (ICPKL) 2021  yang diselenggarakan oleh Koalisi Perempuan Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina (ApWCQP) pada Sabtu (27/3), Adara Relief International menunjukkan partisipasi aktif dalam hal ini.

Diadakan secara daring, konferensi internasional yang dihadiri ribuan aktivis Internasional dibuka dengan berita terkini di Palestina oleh Dr. Jeff Halper, seorang anthropologist dan aktivis.

“Hal terpenting untuk setiap penjajah pemukim (settler colonialist) adalah tanah. Israel harus mengambil alih tanah. Penghancuran rumah adalah salah satu cara untuk mewujudkan tujuan ini,” ungkap Halper dalam keterangan tertulisnya, Ahad (4/4/2021).

Data menunjukkan, selama 2020, Israel telah menghancurkan 268 rumah dan 928 toko, fasilitas pertanian, barak, dan lainnya di wilayah Tepi barat dan Yerusalem. Penjajah telah menyita 346 properti warga yang jumlahnya lebih banyak dari tahun 2019, yaitu 271 properti.

Dr. Sharif Abu Shammala, CEO AL-Quds Foundation Malaysia, dalam sesinya menyampaikan, salah satu tindakan paling ekstrim yang dilakukan Israel adalah menghancurkan rumah warga Palestina yang dianggap melukai atau berusaha menyakiti warga sipil atau personel keamanan Israel.

“Selama bertahun-tahun, mereka telah menghancurkan ratusan rumah dan menjadikan ribuan orang tidak bersalah kehilangan tempat tinggal. Itu adalah kebijakan yang tidak bermoral dan melanggar hukum,” katanya.

Tindakan represif tentara maupun aparat Israel menyisakan begitu banyak korban. Upaya pembebasan Palestina akan terus dilakukan dengan berbagai cara dan strategi karena bangsa Palestina tidak akan pernah berdiam diri menghadapi penjajahan. Namun, dukungan dunia internasional, khususnya umat Islam di seluruh negeri sangat dibutuhkan.

Sebagai  salah satu NGO yang menjadi representasi dari NGO yang dikelola perempuan, Adara secara nyata dan kontinyu mengirimkan bantuan-bantuan materinya bagi Palestina.

Pada 2021, Adara berkomitmen untuk melipatgandakan kontribusi.  Di antara program Adara yang dirancang untuk membantu rakyat Palestina yang masih terjajah, terdapat program bantuan “Ramadhan Lebih Berkah Bersama Palestina”. Bantuan akan disalurkan dalam bentuk makanan berbuka puasa, sembako, dan hadiah Hari Raya Idul Fitri. Dengan bantuan dan dukungan dari para donatur, Adara berharap penjajahan tidak akan mengurangi khidmat Ramadhan di Palestina.

Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra menyampaikan bahwa perjuangan membebaskan Palestina merupakan keutamaan. “Melipatgandakan kontribusi masing-masing individu merupakan fokus utama Adara tahun ini,” tegasnya.

Rangkaian acara ICPKL 2021 yang mengangkat tema “Palestina, Warisan Budaya Ribuan Tahun” juga menampilkan demo masakan khas Palestina oleh Dr. Ala’a Mustafa Khalil dan Abeer Barakat serta cerita sejarah tentang pohon zaitun dan pengaruhnya di Palestina oleh Baha Hilo.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...