25.6 C
Jakarta

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

Must read

Tidak Mudah, ‘Menelan’ Amarah

Oleh Ashari, SIP * MARAH. Barang kali setiap orang dewasa, bahkan anak-anak pernah mengalaminya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun muaranya satu, yakni sakit hati dan berujung...

Pakar Nilai Praktik Mafia Hambat Kemandirian Industri Farmasi dan Alkes Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Industri nasional sektor kesehatan dan farmasi hingga kini belum bisa tumbuh maksimal. Salah satu kendalanya adalah praktik mafia dalam negeri yang...

Guru SD Muhammadiyah 1 Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19

  SOLO,MENARA62.COM – Agung Sudarwanto M.Sn Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berinovasi Wayang Kulit Tokoh Kresna 30 cm untuk tarik minat generasi milenial, dan...

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Terima Sertifikat Webinar Kangen Sekolah

  SOLOMENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terima sertifikat webinar Kangen Sekolah Nomor: 0796/C3/PP/2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak...

JAKARTA, MENARA62.COM — Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh kelompok rentan dan miskin, termasuk kelompok marginal yang tereksklusi akibat stigma atas identitas sosial dan kulturalnya, baik itu karena keterbatasan fisik (difabel), gender, orientasi seksual, isolasi geografis, maupun kepercayaan atau agama. Selama masa pandemi COVID-19 ini, mereka berpotensi menanggung kerentanan ganda.

Pandemi COVID-19 juga berdampak pada kehidupan sosial lebih luas, yaitu munculnya pengetatan kelompok-kelompok sosial berbasis identitas dan geografis, sebagai contoh banyak kampung melakukan lock down, menutup ujung-ujung jalan masuk ke kampung. Dalam situasi tertentu, muncul peningkatan rasa curiga terhadap orang-orang di luar kelompoknya, apakah dia pembawa virus atau bukan.

Pada 5 Agustus 2020 lalu, Program Peduli bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) telah melaksanakan webinar “Belajar dari Kelompok Marginal: Praktik Baik Inklusif di Masa Pandemi” yang mengangkat pembelajaran praktik baik inklusi sosial, dan bagaimana praktik baik tersebut menjadi modalitas bagi komunitas dan desa dalam merespon pandemi COVID-19. (*)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tidak Mudah, ‘Menelan’ Amarah

Oleh Ashari, SIP * MARAH. Barang kali setiap orang dewasa, bahkan anak-anak pernah mengalaminya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun muaranya satu, yakni sakit hati dan berujung...

Pakar Nilai Praktik Mafia Hambat Kemandirian Industri Farmasi dan Alkes Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Industri nasional sektor kesehatan dan farmasi hingga kini belum bisa tumbuh maksimal. Salah satu kendalanya adalah praktik mafia dalam negeri yang...

Guru SD Muhammadiyah 1 Tetap Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19

  SOLO,MENARA62.COM – Agung Sudarwanto M.Sn Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berinovasi Wayang Kulit Tokoh Kresna 30 cm untuk tarik minat generasi milenial, dan...

Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Terima Sertifikat Webinar Kangen Sekolah

  SOLOMENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terima sertifikat webinar Kangen Sekolah Nomor: 0796/C3/PP/2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak...

Bupati Sleman Serahkan Bantuan RTLH bagi Warga Desa Ambarketawang Gamping

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman Sri Purnomo serahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) kepada warga Ambarketawang, Gamping, Sleman. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh...