25.6 C
Jakarta

Muhammadiyah Serahkan 10 Hunian Sementara di Sulawesi Barat

Baca Juga:

Luar Biasa ! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

  SOLO, MENARA62.COM- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meloloskan siswanya dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat nasional tahun 2021 bidang Matematika. Adalah...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa SMP Muh PK Kottabarat Meneladani Nabi

  SOLO, MENARA62.COM- Ustaz Muhammad Subhi, Lc. M.H. mengajak kepada 304 siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk meneladani Nabi Muhammad SAW agar tercipta kedamaian...

20 Dosen UAI Raih Beasiswa StuNed-TMT dari Kerajaan Belanda

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kerajaan Belanda. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk...

Perkuat Ekosistem Wirausaha, Ini yang Dilakukan Polimedia

JAKARTA, MENARA62.COM - Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada ketrampilan praktik,...

 

Mamuju, MENARA62.COM– Pasca berakhirnya masa tanggap darurat gempa Sulawesi Barat, tanggal 4 Februari 2021 silam dan memasuki masa pemulihan, Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC membangun 10 hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Huntara itu berlokasi di Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene sebanyak 7 unit dan Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju sebanyak 3 unit. Pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 12 hari dimulai sejak tanggal 22 Februari 2021 dengan pelaksana Divisi Tanggap Darurat dan Rehabilitasi Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah dengan koordinator Dharmawan.

Dharmawan mengatakan 10 huntara tersebut dibangun untuk warga yang sudah diseleksi berdasarkan hasil assesmen sebelumnya dan memenuhi kriteri-kriteria yang ditetapkan. “Sepuluh keluarga penerima bantuan huntara ini adalah mereka penyintas gempa yang mempunyai anggota keluarga masuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dan mereka belum menerima bantuan hunian dari lembaga lain,” katanya.

Tanggal 3 dan 4 Maret 2021 lalu ke sepuluh huntara tersebut diserahkan kepada keluarga penerima manfaat di masing-masing oleh Bagas Kurnia Arbi selaku pengawas lapangan pembangunan huntara dari MDMC PP Muhammadiyah.

Proses pembangunan huntara Muhammadiyah untuk warga penyintas gempa di Sulawesi Barat

Bagas mengatakan semua huntara dibangun dengan ukuran dan bahan yang sama. “Huntara-huntara tersebut masing-masing berukuran 4X3,6 meter terbuat dari rangka baja, atap seng dan tembok calsiboard. Sembilan huntara didirikan di atas tanah masing-masing warga penerima manfaat dan 1 huntara menumpang tanah milik orang lain karena memang penerima tidak punya tanah sendiri,” katanya.

Bagas mengatakan 9 unit huntara selesai dibangun hari Selasa, 2 Maret 2021 dan 1 unit selesai tanggal 3 Maret 2021. “Alhamdulilah sembilan unit huntara kami serahkan tanggal 3 Maret dan satu unit kami serahkan tanggal 4 Maret 2021,” ujarnya.

Salah satu penerima huntara tersebut adalah Geger Haying Mumpah (68 tahun), seorang petani warga dusun Taparia, Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Rumah yang ditinggali bersama keluarga besarnya roboh dan hanya menyisakan atap yang tinggal sebagian saja.

Pak Geger, begitu panggilan akrabnya, ketika ditemui mengatakan dirinya saat itu sedang berada di luar rumah ketika gempa terjadi. “Seandainya saya masuk ke dalam rumah, mungkin kami sekeluarga meninggal semua karena tidak ada yang menolong. Alloh sudah berkendak baik, saya keluar, sehingga sayalah yang menolong keluarga saya,” katanya.

Yang memilukan, dalam kejadian tersebut Pak Geger harus merelakan menantunya bernama Rudi meninggal dunia, sementara anak perempuanya (istri Rudi) mengalami patah kedua kakinya dan seorang cucunya patah kaki serta tangan. “Alhamdulillah ada bantuan dokter dari Angkatan Laut dan mereka dirawat di kapal rumah sakit Angkatan Laut selama 10 hari,” imbuhnya.

Kini, Pak Geger bisa bernapas lega karena dia menjadi salah satu penerima bantuan huntara dari Muhammadiyah. “Terima kasih banyak kepada Muhammadiyah atas bantuannya, kami tidak bisa membalas dengan apapun, Alloh yang membalas,” pungkasnya.

(Tim Media MDMC).

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Luar Biasa ! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

  SOLO, MENARA62.COM- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil meloloskan siswanya dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat nasional tahun 2021 bidang Matematika. Adalah...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Subhi Ajak Siswa SMP Muh PK Kottabarat Meneladani Nabi

  SOLO, MENARA62.COM- Ustaz Muhammad Subhi, Lc. M.H. mengajak kepada 304 siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk meneladani Nabi Muhammad SAW agar tercipta kedamaian...

20 Dosen UAI Raih Beasiswa StuNed-TMT dari Kerajaan Belanda

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kerajaan Belanda. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk...

Perkuat Ekosistem Wirausaha, Ini yang Dilakukan Polimedia

JAKARTA, MENARA62.COM - Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada ketrampilan praktik,...

Adara Relief Internasional Perluas Jangkauan Penerima Bantuan

JAKARTA, MENARA62.COM – Kontribusi Adara Relief International terhadap perempuan dan anak Palestina mengalami penambahan secara signifikan baik dari segi jumlah penerima manfaat maupun area...