25.6 C
Jakarta

Pekerja Seni di Lereng Merapi Sepi Job Selama Pandemi Covid-19

Must read

HayandraLab Kenalkan Hy-Gene, Teknologi untuk Deteksi Dini Kanker Melalui DNA

JAKARTA, MENARA62.COM – Deteksi ini kanker kini dapat dilakukan dengan pemeriksaan DNA. Salah satu teknologi mutakhir untuk deteksi dini kanker melalui DNA adalah menggunakan...

Pernikahan Dini dan Efek Dominonya

Oleh: Ashari, SIP* Jika ada kepala daerah yang mengeluhkan rakyatnya (masyarakat) banyak yang terjangkiti syndrom pernikahan dini (PD) sebagai solusi, sesungguhnya tidak perlu mengagetkan. Trend...

Kajian Rutin Riadhus Shalihin Majelis Tabligh PCM Sleman Pekan Ini di SMK Muhammadiyah 2

Pengajian rutin yang dihelat Majelis Tabligh PCM Sleman, setiap Ahad, bada Maghrib ini baik untuk dihadiri. Karena materinya bagus, yakni : Kajian Hadits Riadhus...

Lazismu PWM Yogyakarta Gelar Khitanan Massal

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-111 dan HUT Kemerdekaan RI ke- 75,  Majelis PKU dan Lazismu PWM mengadakan khitanan massal serentak...

SLEMAN, MENARA62.COM – Wabah Covid-19 membawa dampak yang sangat signifikan di semua sektor kehidupan, termasuk bidang kesenian. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, panggung seni sebagai denyut nadi para seniman berkiprah ditangguhkan sampai batas waktu yang belum tertentu. Akibatnya para pekerja seni beserta deretan kru pendukung pertunjukan kesenian, sound system, event organizer dan ikutannya pun harus kehilangan mata pencaharian karena adanya PSBB yang  membatasi aktivitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Salah satu pekerja seni dari lereng Merapi yang juga merasakan dampak pandemi ini adalah Antoni Yusuf, pemegang gitar dan keyboard  Orkes Keroncong KiTa Millenial dan beberapa band lain dengan genre yang beragam. Ia mengatakan begitu Covid-19 merebak sangat tidak nyaman berada di tempat umum.

“Sebagai band pengiring terus terang kami sangat khawatir apabila microphone dipakai bergantian antara vokalis dan pengunjung pertunjukan, sangat rawan terjadi penyebaran virus melalui droplet, ini yang banyak tidak disadari resikonya, kami menyarankan untuk tidak mengijinkan penonton untuk menyanyi,” kata Toni ketika ditemui di Turi pada Rabu (29/72020).

Kondisi seperti sekarang ini mengakibatkan penghasilannya dari bermain musik jadi macet. Hal senada diungkapkan Aris Dalbo sesama musisi pekerja seni dari Turi. “Selama Covid-19 ini kami selaku pekerja seni sangat terdampak karena sama sekali tidak ada job ataupun regular sehingga tidak ada pemasukan dari profesinya yang kami geluti. Baru kali ini selama 19 tahun berkecimpung di dunia seni pemusik dilarang tampil karena  pandemi,” katanya.

Kesulitan ini juga terjadi di semua pekerja seni baik seni modern maupun tradisi semua mengalami hal yang sama, tidak ada tanggapan pentas dan akibatnya pemasukan juga kosong.

Beruntung, kondisi tersebut mendapat perhatian dari Kemendikbud dan Pemda. Dua instansi menyalurkan bantuan untuk pekerja seni yang terdampak Covid-19. “Bantuan ini bisa meringankan para pekerja seni disamping ada beberapa teman dan kolega yang bersimpati dengan kondisi ini,” tandas Toni.

Ia mengajak semua masyarakat untuk selalu menjaga diri dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya kita untuk secepatnya memutuskan mata rantai sebaran covid dengan tetap jaga jarak, bermasker, cuci tangan serta mentaati anjuran pemerintah  agar mewaspadai kerumunan guna mencegah terjadinya kluster baru.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

HayandraLab Kenalkan Hy-Gene, Teknologi untuk Deteksi Dini Kanker Melalui DNA

JAKARTA, MENARA62.COM – Deteksi ini kanker kini dapat dilakukan dengan pemeriksaan DNA. Salah satu teknologi mutakhir untuk deteksi dini kanker melalui DNA adalah menggunakan...

Pernikahan Dini dan Efek Dominonya

Oleh: Ashari, SIP* Jika ada kepala daerah yang mengeluhkan rakyatnya (masyarakat) banyak yang terjangkiti syndrom pernikahan dini (PD) sebagai solusi, sesungguhnya tidak perlu mengagetkan. Trend...

Kajian Rutin Riadhus Shalihin Majelis Tabligh PCM Sleman Pekan Ini di SMK Muhammadiyah 2

Pengajian rutin yang dihelat Majelis Tabligh PCM Sleman, setiap Ahad, bada Maghrib ini baik untuk dihadiri. Karena materinya bagus, yakni : Kajian Hadits Riadhus...

Lazismu PWM Yogyakarta Gelar Khitanan Massal

SLEMAN, MENARA62.COM - Dalam rangka memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-111 dan HUT Kemerdekaan RI ke- 75,  Majelis PKU dan Lazismu PWM mengadakan khitanan massal serentak...

Hery Atmojo: 30 Persen Keuntungan Pos Pit Tempel Kopi Krasak untuk Dakwah

SLEMAN, MENARA62.COM - Tidak banyak yang berani untuk menyisihkan keuntungan dari hasil dagangan atau usahanya untuk kepetingan dakwah atau pembangunan masjid. Dari yang tidak...