25.6 C
Jakarta

Pemerintah Akan Bangun Huntara Bagi Korban Gempa di Sulteng

Must read

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

JAKARTA. MENARA62.COM  – Rapat Koordinasi Khusus tingkat menteri menyepakati pembangunan hunian sementara (Huntra) bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah(Sulteng), sambil menunggu proses pembangunan rumah permanen yang akan ditempati masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan Huntara karena tidak mungkin tinggal di tenda-tenda karena masalah kenyamanan dan kesehatan. Karena itu pemerintah membuat kebijakan membangunan Huntara,” kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto di Jakarta, seperti dilansir dari kantor berita Antara, Senin (15/10).

Dia mengatakan, Huntara itu berupa barak, satu barak berisi 12 kepala keluarga(KK) yang dilengkapi fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), dapur dan fasilitas rumah tangga lainnya.

Menurut dia, pembangunannya dilakukan di 1.200 lokasi di Sulteng yang terlanda bencana gempa bumi dan tsunami.

“Jumlahnya kami hitung dari jumlah pengungsi yaitu sekitar 65 ribu. Namun perkiraan kami setengahnya atau 30 ribu yang kembali ke rumahnya dan setengahnya tinggal di Huntara,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun Huntara tersebut, yang akan dibangun dengan bahan dasar kayu.

Dia menjelaskan, karena sifatnya sementara maka hunian tersebut hanya bisa ditinggali enam bulan hingga setahun.

“Huntara direkomendasikan tahan gempa berbahan kayu, sehingga kalau terjadi gempa hanya goyang saja. Bahannya bukan beton atau tembok, kira-kira untuk enam bulan hingga setahun,” katanya.

Selain itu, Wiranto menjelaskan untuk bencana di Sulteng sedang diselesaikan tanggap darurat dan bencana tersebut berbeda dengan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di Sulteng, menurut dia, yang terjadi adalah tsunami dan likuifaksi sehingga menyebabkan rumah tenggelam dan tidak ada bahan yang bisa digunakan kembali.

“Karen itu perlu diberikan kesempatan untuk pendataan dan perencanaan karena lebih rumit pembangunan rumah kembali harus perhatikan rumah tahan gempa dan perhatikan lokasi jangan sampai masuk tempat yang labil. Itu perlu persyaratan dan perencanaan matang dengan melibatkan Bappenas,” katanya.

Hadir dalam Rakorsus Tingkat Menteri tersebut antara lain Menkopolhukam Wiranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

LSP UMY Jalani Witness BNSP

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalani proses witness sebagai rangkaian akhir untuk mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi...