27.4 C
Jakarta

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Gerakan Bangga Buatan Indonesia

Must read

MDMC Pusat kunjungi lokasi pembangunan Hunian Tetap di Hantakan Hulu Sungai Tengah

HULU SUNGAI TENGAH, MENARA62.COM -  Pimpinan Pusat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TDRR) pada Jum'at (26/02) kunjungi...

CEO RS Premier Bintaro: Wartawan Jadi Ujung Tombak Edukasi Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM – Wartawan menjadi salah satu ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19. Melalui tulisan-tulisanya, seorang wartawan bisa mempengaruhi perilaku masyarakat untuk menjaga...

Anis Byarwati: Perpres Industri Miras Meresahkan Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Kebijakan Pemerintah baru-baru ini kembali memicu polemik.  Dikeluarkan Perpres No. 10 Tahun 2021 tentang bidang usaha terbuka bagi kegiatan Penanaman Modal...

Lazismu UHAMKA Serahkan Beasiswa Sang Surya kepada 50 Mahasiswa

JAKARTA, MENARA62.COM - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedeqah (Lazismu) Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) kembali memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang...

Jakarta, MENARA62.COM – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan pentingnya gerakan Bangga Buatan Indonesia untuk mendorong peningkatan permintaan produk UMKM di tengah pandemi COVID-19.

“Gerakan Bangga Buatan Indonesia menurut saya ini sangat penting, terutama untuk mendorong produk UMKM yang bergerak di bidang fesyen, home decor, dan pernak-pernik khas daerah,” kata Teten Masduki saat berbicara dalam acara Launching Bangga Buatan Indonesia yang diinisiasi Kementerian Perdagangan, secara virtual, Rabu (16/9/2020).

Produk-produk UMKM Indonesia di bidang ini, kata Teten, punya keunggulan yang sangat diminati pasar global sebelum pandemi terjadi.

Untuk itu, Teten berharap, melalui gerakan tersebut UMKM di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi yang telah menyebabkan kendala dari sisi “supply” dan “demand”.

“Kita punya keunggulan domestik berupa ketersediaan bahan baku, baik bahan endemik maupun hasil tambang, dan saya kira kita kaya dengan budaya seni yang bisa menjadi sumber inspirasi untuk produksi pernak pernik di Indonesia,” katanya.

Teten menegaskan bahwa kekuatan UMKM Indonesia ada pada “custom culture” dan bukan produk massal.

“Ini penting kita perkuat melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar daya beli mereka meningkat dan tidak ragu membeli produk pernak pernik yang dihasilkan UMKM,” katanya.

Pihaknya berupaya terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar UMKM siap dan dapat terus bertahan mengembangkan usahanya di tengah masa adaptasi kebiasaan baru.

“Sebelum pandemi, produk fesyen, home decor, dan pernak pernik seperti perhiasan berbahan baku endemik, juga logam dari UMKM kita itu cukup besar permintaan di luar negeri. Dan ini sudah masuk dalam top list untuk dikurasi ke pasar global. Sayang ketika pandemi, permintaan global terganggu,” katanya.

Oleh karena itu, Teten mengatakan pemerintah menyiapkan berbagai program bagi UMKM agar bisa beradaptasi dan berinovasi produk, sehingga dapat mengikuti perkembangan market baru yang lebih banyak pada produk kebutuhan pokok, kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan pemeliharaan kesehatan.

“Permintaan pasar di dalam negeri turun, daya beli juga menurun, sehingga yang tumbuh adalah industri rumahan yang berbasis pada kebutuhan pokok. Ini yang kita proses, agar UMKM dapat beradaptasi dan mengubah orientasi bisnis, lalu berinovasi produk termasuk memanfaatkan platform digital untuk marketing mereka,” katanya.

Teten juga mendorong agar UMKM melakukan transformasi pemanfaatan teknologi dalam proses produksi, selain juga memanfaatkan hasil riset dan SDM unggul dalam mengembangkan produk UMKM.

“Hal terpenting adalah bagaimana ekosistem UMKM dapat berkembang. Selama periode ini, beberapa kementerian melakukan pendampingan, edukasi, kurasi, dan inkubasi agar UMKM melakukan pergeseran dari situasi kini, dan bertransformasi ke arah yang lebih baik, agar UMKM bisa mengambil ruang peran di pasar domestik dan global,” kata Teten.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

MDMC Pusat kunjungi lokasi pembangunan Hunian Tetap di Hantakan Hulu Sungai Tengah

HULU SUNGAI TENGAH, MENARA62.COM -  Pimpinan Pusat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TDRR) pada Jum'at (26/02) kunjungi...

CEO RS Premier Bintaro: Wartawan Jadi Ujung Tombak Edukasi Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM – Wartawan menjadi salah satu ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19. Melalui tulisan-tulisanya, seorang wartawan bisa mempengaruhi perilaku masyarakat untuk menjaga...

Anis Byarwati: Perpres Industri Miras Meresahkan Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Kebijakan Pemerintah baru-baru ini kembali memicu polemik.  Dikeluarkan Perpres No. 10 Tahun 2021 tentang bidang usaha terbuka bagi kegiatan Penanaman Modal...

Lazismu UHAMKA Serahkan Beasiswa Sang Surya kepada 50 Mahasiswa

JAKARTA, MENARA62.COM - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedeqah (Lazismu) Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) kembali memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang...

Hadiri Perayaan Cap Go Meh, Sekjen KNPI Berharap Pemuda Terus Perkuat Persatuan

TUBAN, MENARA62.COM - Sekretaris Jenderal DPP KNPI Jackson AW Kumaat berharap bangsa ini tetap membina persatuan yang kuat dengan keberagaman suku dan agama. Hal...