25.6 C
Jakarta

Pengacara Tim Ahli Stunting Ajukan PHK Sepihak ke PHI

Must read

Muhammadiyah Utamakan Protokol Kesehatan dalam Menangani Bencana Banjir Bandang Sukabumi

    Yogyakarta, MENARA62.COM – Satu pekan pasca banjir bandang yang menerjang Sukabumi, Muhammadiyah tetap taati aturan protokol kesehatan dalam memberikan bantuan pelayanan bagi para penyintas....

Fraksi PKS Tolak PMN pada Kasus Jiwasraya

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Bahan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) pada...

Dengarkan Keluh Kesah Perawat Covid-19, Presiden: Kapan Terakhir Pulang?

JAKARTA, MENARA62.COM - Perjuangan para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19 tidaklah mudah. Selain harus berjibaku dengan risiko terpapar...

Jamaah Masjid Al Hidayah Murangan Sleman Kerja Bakti Bangun Kamar Mandi dan Tempat Wudhu

SLEMAN, MENARA62.COM. Untuk mewujudkan mimpi memiliki kamar mandi dan tempat wudhu yang representatif, Takmir Masjid Al Hidayah Murangan VII Triharjo Sleman bersama panitia pembangunan...

JAKARTA, MENARA62.COM – Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) tidak memperpanjang kontrak kerja enam tenaga ahli stunting Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK). Mereka diberhentikan ditengah jalan meski kontrak kerjanya belum selesai.

Dalam pertemuan yang melibatkan dua pihak yakni tenaga ahli stunting dengan Setwapres, tidak dicapai kata sepakat. Akhirnya ke-6 tenaga ahli stunting tersebut berencana membawa kasus PHK ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Dikutip dari laman industry.co.id, Kuasa Hukum Tenaga Ahli Stunting, Ridho S.H mengatakan sesuai kontrak kerja yang ditandatangani, semestinya ke-6 tenaga ahli stunting tersebut bekerja pada TP2AK hingga tahun 2021.

“Seperti tertera dalam kontrak kerja adalah sebagai karyawan dengan perjajian kerja waktu tertentu (PKWT) dengan masa kerja hingga 30 bulan. Artinya sudah seharusnya seluruh tenaga ahli tersebut menyelesaikan pekerjaannya sampai dengan jangka waktu berakhir kontrak,” kata Ridho.

Alasan Setwapres melakukan pemecatan terhadap enam orang tenaga ahli stunting lanjut Ridho karena mereka dianggap memiliki kinerja buruk. Namun saat ditanya seperti apa proses evaluasi kinerja tersebut, Setwapres tidak mampu menunjukkannya.

Lazimnya, menurut Ridho, jika seorang pekerja dinilai berbuat kesalahan atau dianggap memiliki kinerja yang buruk maka pemberi kerja wajib melayangkan surat peringatan (SP) kepada pekerja tersebut dengan tenggat waktu tertentu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Klien kami tidak pernah menerima SP 1, 2 , maupun 3. Tiba-tiba dipanggil satu persatu oleh juru bayar yaitu PT LPPSLH, dan langsung dipecat begitu saja,” paparnya.

Ridho menuturkan, pihaknya telah melakukan upaya perundingan dengan Setwapres yang diwakili oleh PT LPPSLH, namun tidak menemui titik temu. Rencananya, perkara ini akan dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) agar para korban memperoleh keadilan.

“Kami menuntut ganti rugi atas kerugian materil akibat PHK sepihak ini senilai Rp3,5 miliar,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, Abdul Muis, Asdep Setwapres belum menjawab pertanyaan terkait PHK TP2AK yang industry.co.id ajukan via watshap.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammadiyah Utamakan Protokol Kesehatan dalam Menangani Bencana Banjir Bandang Sukabumi

    Yogyakarta, MENARA62.COM – Satu pekan pasca banjir bandang yang menerjang Sukabumi, Muhammadiyah tetap taati aturan protokol kesehatan dalam memberikan bantuan pelayanan bagi para penyintas....

Fraksi PKS Tolak PMN pada Kasus Jiwasraya

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Bahan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) pada...

Dengarkan Keluh Kesah Perawat Covid-19, Presiden: Kapan Terakhir Pulang?

JAKARTA, MENARA62.COM - Perjuangan para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19 tidaklah mudah. Selain harus berjibaku dengan risiko terpapar...

Jamaah Masjid Al Hidayah Murangan Sleman Kerja Bakti Bangun Kamar Mandi dan Tempat Wudhu

SLEMAN, MENARA62.COM. Untuk mewujudkan mimpi memiliki kamar mandi dan tempat wudhu yang representatif, Takmir Masjid Al Hidayah Murangan VII Triharjo Sleman bersama panitia pembangunan...

Lazismu PCM Sleman Bagikan 300 Paket Sembako kepada Dhuafa

SLEMAN, MENARA62.COM - Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu, Lazismu PCM Sleman bagikan 300 paket sembako kepada kaum dhuafa di lingkup wilayah Kecamatan...