25.6 C
Jakarta

Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah Juga Bahas Post-Truth

Must read

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...
JAKARTA, MENARA62.COM — Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah Juga Bahas Post-Truth.  Bahasan ini menjadi salah satu topik di sesi hari Senin (13/5/2019). Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Aula Syafruddin Prawiranegara, Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) di JakartaAhad (12/5/2019).
Mukhaer Pakkana, Rektor ITB AD mengatakan, kegiatan pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah kali ini mengangkat tema ‘Risalah Pencerahan dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan ; Tinjauan Ekonomi, Politik, dan Sosial Budaya’.
“Tema kali ini merujuk pada sidang tanwir Muhammadiyah Bengkulu yang menghasilkan keputusan Risalah Pencerahan dengan pertimbangan, umat Islam agar menyebarkan pesan dan praktik islam yang menyebarkan kemanusiaan dan kebangsaan,” katanya.
Kegiatan Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di ITB-AD ini diikuti 629 peserta dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah/’Aisyiyah, Daerah, Majelis-majelis, dan organisasi otonom dari berbagai daerah di Indonesia.
Mukhaer mengatkaan, dalam kehidupan sehari-hari masih dijumpai pengalaman Islam yang masih belum menunjukkan pencerahan, seperti penyebaran berita bohong dan kebencian serta sikap hidup yang bedanya antara lisan dan perbuatan. Ini menjadi salah satu perhatian khusus pada pengkajian Ramadhan ini.
Ia menjelaskan, ada beberapa materi yang akan disampaikan dalam Pengkajian PP Muhammadiyah di ITB AD, diantaranya Wasathiyah Islam; Makna dan Konstektualitasasinya dalam Membangun Peradaban Umat dan Bangsa; Islam dan Demokrasi untuk Persatuan Kedaulatan Bangsa; Reinvensi Pendidikan Nasional untuk Penguatan Karakter dan Keadaban Bangsa; Meneguhkan Identitas Islam yang Berkemajuan dalam Era Post-Truth; Rekonstruksi dan Revitalisasi Ekonomi Pancasila dalam Mewujudkan Keadilan Sosial; Wasathiyah Islam dalam Konteks Perdamaian dan Peradaban Global; Demokratisasi dan Politik Indonesia Pasca Pemilu 2019; Transformasi Nilai-nilai Risalah Pencerahan dalam Pemajuan Perempuan, dan Islam yang Melayani; Aktualisasi Risalah Pencerahan dalam Filantropi dan Kemanusiaan.
“Materi tersebut akan disampaikan oleh 21 narasumber selama tiga hari,” ujarnya.
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

New Normal, Can Cuts Barbershop Terapkan Standar Protokol Kesehatan

BEKASI, MENARA62.COM – Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air, beberapa sektor perekonomian mengalami dampaknya, termasuk usaha Can Cuts Barbershop. Usaha jasa potong rambut di...