25.6 C
Jakarta

Pengungsi Muslim Rohingya Tolak ‘Kebohongan’ Aung San Suu Kyi

Must read

Hati-Hati, Sesak Nafas Tidak Selalu Covid-19, Bisa Juga Gejala Serangan Jantung

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat sebagian besar masyarakat takut ke rumah sakit. Padahal untuk kasus-kasus penyakit jantung, risikonya amat besar jika menunda...

LAZISMU Gelar Survey Indeks Literasi Zakat Secara Online, Yuk Ikutan!

JAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga zakat Muhammadiyah LAZISMU Pusat akan mengadakan survey online kepada warga Muhammadiyah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan wawasan mengenai ilmu dan...

Masa Ta’aruf UNISA Sambut 1.535 Mahasiswa Baru

  YOGYAKARTA,MENARA62.COM-"Kepada calon pemimpin yang hebat melalui UNISA ini kami punya harapan yang sangat besar kepada mahasiswa baru untuk menjadi anak negeri yang punya kekuatan...

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

KUTOPALONG, MENARA62.COM — Para pengungsi Muslim Rohingya menuduh mantan ikon demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbohong kepada Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. Dalam kesaksiannya di pengadilan tertinggi PBB tersebut, Rabu (11/12/2019), peraih Nobel Perdamaian 1991 itu membantah bahwa militer negaranya bersalah atas genosida terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.

“Seorang pencuri tidak pernah mengakui bahwa dia adalah pencuri, tetapi keadilan dapat diberikan melalui bukti. Dunia telah memperoleh bukti (genosida) dari kami,” kata Mohammed Mohibullah, ketua Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan HAM, di kamp pengungsi Kutupalong, distrik Cazar di Bazar, Bangladesh, seperti dikutip Al Jazeera dari kantor berita Associated Press (AP), Kamis (12/12/2019).

Jika Suu Kyi tarus berbohong, menurut dia, tidak akan selamat. “Dia pasti akan menghadapi keadilan. Dunia harus mengambil langkah melawannya,” imbuh Mohibullah.

Suu Kyi, yang pernah menjalani 15 tahun tahanan rumah oleh junta militer Myanmar, kini berbalik membela rezim dictator negaranya. Kepada Mahkamah Internasional ia mengatakan bahwa eksodus ratusan ribu orang Rohingya ke negara tetangga Bangladesh pada 2017 adalah akibat pertempuran dengan para pejuang bersenjata.

Cukup Bukti

Suu Kyi membantah tentara telah membunuh warga sipil Muslim Rohingya, memperkosa wanita, dan membakar rumah-rumahnya. Padahal, menurut para kritikus, tindakan miter Myanmar merupakan aksi pembersihan etnis dan genosida yang disengaja sehingga memaksa lebih dari 700.000 Rohingya melarikan diri dari kampung halamannya di negara bagian Rakhine.

“Gambar Aung San Suu Kyi tentang konflik militer internal tanpa niat genosida terhadap Rohingya benar-benar salah,” kata Akila Radhakrishnan, presiden Global Justice Center di New York.

Ia menyebutkan, beberapa agen independen dan para ahli, serta orang Rohingya sendiri, telah mendokumentasikan pembunuhan massal, pemerkosaan yang meluas, dan perusakan besar-besaran atas tanah dan property. Semua itu sengaja dilakukan terhadap warga sipil tak berdosa.

“Pemerintah telah mendiskriminasi Rohingya selama beberapa dekade. Ini adalah genosida dan justru itulah yang ditetapkan oleh Konvensi Genosida untuk dicegah,” ujar Akila.

Nur Kamal, seorang pengungsi di Kutupalong, juga menolak kesaksian Suu Kyi. “Militer mengepung orang dan membunuh mereka dengan melepaskan tembakan, membakar mereka — bukankah ini genosida? Apakah ini dibenarkan jika Suu Ki mengatakan demikian?” katanya.

Nurul Alam, seorang pemimpin Rohingya lainnya, mengatakan bahwa keputusan Suu Kyi untuk tampil di Den Haag hanya akan menguntungkannya, bukan bagi para pengungsi. “Dia adalah bagian dari kekejaman terhadap kita. Dia pergi ke sana untuk berbohong dan mendapatkan dukungan publik untuk pemilihan umum 2020 di Myanmar,” katanya.

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Hati-Hati, Sesak Nafas Tidak Selalu Covid-19, Bisa Juga Gejala Serangan Jantung

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat sebagian besar masyarakat takut ke rumah sakit. Padahal untuk kasus-kasus penyakit jantung, risikonya amat besar jika menunda...

LAZISMU Gelar Survey Indeks Literasi Zakat Secara Online, Yuk Ikutan!

JAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga zakat Muhammadiyah LAZISMU Pusat akan mengadakan survey online kepada warga Muhammadiyah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan wawasan mengenai ilmu dan...

Masa Ta’aruf UNISA Sambut 1.535 Mahasiswa Baru

  YOGYAKARTA,MENARA62.COM-"Kepada calon pemimpin yang hebat melalui UNISA ini kami punya harapan yang sangat besar kepada mahasiswa baru untuk menjadi anak negeri yang punya kekuatan...

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

Sekelumit Kisah dari 75 Tahun Kereta Api Indonesia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari Kereta Api Indonesia (KAI) diperingati setiap tanggal 28 September. Di usianya 75 tahun kini terus meningkatkan pelayanannya. Transportasi umum yang...