29 C
Jakarta

IDI: Kualitas Pelayanan Program JKN belum Optimal

Must read

SMP Al Irsyad Berbagi

SOLO, MENARA62.COM- Bertempat di halaman Al Irsyad ,unit SMP Al Irsyad Surakarta mengadakan acara bakti sosial dengan tema berbagi akhiri pandemi, Sabtu (13/02). Kegiatan...

Respon Kebencanaan, LPB Muhammadiyah Kab. Bekasi Bentuk Pos Koordinasi 

BEKASI, MENARA62.COM -- Jebolnya tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kp. Babakan RT 005/03 Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa...

Ciptakan Kampus Sehat: Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP Divaksin

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah Dr. Jebul Suroso, beserta Wakil Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP telah mendapat suntikan...

Aloft Hotel, Hotel Unik di Jakarta dan Bali yang Menyajikan berbagai Pengalaman berbeda untuk Wisatawan Generasi Baru

JAKARTA, MENARA62.COM -- Terkenal akan suasana ruang sosial yang vibrant dan pelopor program live music, Aloft Hotel merupakan destinasi yang tepat bagi wisatawan untuk menikmati desain...

JAKARTA, MENARA62.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berlangsung selama 6 tahun. Program tersebut bahkan telah menjangkau 222.278.708 jiwa atau 82 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Sayangnya, selama 6 tahun berjalan, kualitas pelayanan JKN belum optimal sesuai harapan semua pihak baik bagi peserta, dokter maupun fasilitas layanan kesehatan.

“Kita masih melihat banyaknya keluhan terkait JKN di lapangan, baik itu dari peserta JKN, dokter maupun rumah sakit,” kata Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Daeng M Faqih pada Refleksi Akhir Tahun Universal Health Coverage melalui JKN, Kamis (12/12/2019).

Refleksi Akhir Tahun tersebut menghadirkan sejumlah narasumber seperti Dr M Subuh, staf ahli Menkes bidang ekonomi, Budi Muhammad Arif, Deputi Direksi Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, perwakilan dari PERSI dan Komisi X DPR RI.

Kualitas pelayanan JKN yang belum optimal tersebut antara lain bisa dilihat dari pelayanan primer sebagai gate keeper. Dimana 80 persen peserta JKN mengumpul di Puskesmas, sisanya tersebar di FKTP swasta.

Mengumpulnya sebagian besar peserta JKN di Puskesmas tersebut diakui Daeng menjadi penyumbang terbesar kualitas pelayanan ditingkat primer. Hal ini memicu pelayanan terhadap pasien menjadi buruk dan tingkat rujukan ke faskes rawat tingkat lanjut menjadi tinggi.

Daeng juga menyoroti persoalan pembiayaan JKN. Nilai premi asuransi JKN yang ditetapkan dibawah nilai aktuaria sejak awal program digulirkan, telah menghasilkan nilai defisit anggaran yang cenderung membengkak dari tahun ke tahun. Belum lagi pembiayaan untuk FKTP baik tariff kapitasi maupun non kapitasi yang tidak kunjung naik selama 6 tahun berlangsung.

Menurut Daeng, JKN akan berjalan dengan baik jika ada keadilan bagi peserta maupun pemberi pelayanan, adanya pembiayaan yang baik dan adanya system pelayanan maupun system pembayaran yang baik.

Karena itu, guna  mengoptimalkan fungsi JKN, IDI lanjut Daeng mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk dapat melakukan reformasi regulasi pelaksanaan JKN. Dengan demikian maka pelayanan JKN akan menjadi lebih baik dan BPJS Kesehatan tidak terus menerus mengalami defisit.

Diakui Daeng, program JKN merupakan program yang sangat bermanfaat bagi rakyat Indonesia, sehingga perlu dipertahankan keberadaannya. Data BPJS Kesehatan menunjukkan pada 2018 rata-rata 640. 822 orang per hari mengakses layanan JKN.

“Intinya, kami ingin program yang bermanfaat ini tetap dilanjutkan dengan berbagai perbaikan disana-sini termasuk soal iuran dan kualitas pelayanan. Tanpa perbaikan, maka program JKN bisa saja gagal dan tentu ujungnya akan merugikan rakyat,” tandas Daeng.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

SMP Al Irsyad Berbagi

SOLO, MENARA62.COM- Bertempat di halaman Al Irsyad ,unit SMP Al Irsyad Surakarta mengadakan acara bakti sosial dengan tema berbagi akhiri pandemi, Sabtu (13/02). Kegiatan...

Respon Kebencanaan, LPB Muhammadiyah Kab. Bekasi Bentuk Pos Koordinasi 

BEKASI, MENARA62.COM -- Jebolnya tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kp. Babakan RT 005/03 Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa...

Ciptakan Kampus Sehat: Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP Divaksin

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah Dr. Jebul Suroso, beserta Wakil Rektor, Dosen, dan Pegawai UMP telah mendapat suntikan...

Aloft Hotel, Hotel Unik di Jakarta dan Bali yang Menyajikan berbagai Pengalaman berbeda untuk Wisatawan Generasi Baru

JAKARTA, MENARA62.COM -- Terkenal akan suasana ruang sosial yang vibrant dan pelopor program live music, Aloft Hotel merupakan destinasi yang tepat bagi wisatawan untuk menikmati desain...

Ketum PGRI Terharu Guru Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum PGRI Prof Unifah Rosyidi mengaku terharu ketika guru menjadi prioritas yang mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Unifah saat...