33.5 C
Jakarta

Pengungsi Tsunami Selat Sunda Agar Tetap Jaga PHBS

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Meski mengungsi, warga korban tsunami Selat Sunda diminta tetap berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mengingat pasca tsunami, berbagai jenis penyakit bisa menjadi KLB (kejadian luar biasa) seperti diare, demam tifoid, flu dan batuk.

Untuk membantu warga tetap berperilaku PHBS, Kemenkes melalui tim promosi kesehatan akan mengirimkan logistic ke lokasi pengungsian. Tim juga akan melakukan edukasi dan bergerak ke titik-titik pengungsian.

“Tim promosi kesehatan akan bergerak di titik-titik pengungsian, dimulai dari pengungsian terbesar di Kecamatan Angsana, Pandeglang. Rencananya edukasi kesehatan akan dilakukan di 11 titik pengungsian, yakni Cimanggu, Cigadung, Sumur, Caringin, Jiput, Cigeulis, Munjul, Carita (Desa Gombong), Labuan, Cigorondong, termasuk Angsana,” kata Menkes Nila F Meoloek dalam siaran persnya, Kamis (27/12).

Edukasi kesehatan ditujukan kepada para korban tsunami, khusunya ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, orang dewasa, dan Lansia. Nantinya mereka akan diberikan pemahaman tidak hanya tentang Diare, ILI, dan suspek demam tifoid, tapi pemahaman mendasar tentang bagaimana berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menkes mengatakan kesadaran akan perilku hidup sehat terutama pada situasi pasca tsunami harus tetap dilakukan.

“Kapan pun dan dimanapun dalam situasi apapun, PHBS harus tetap disadari dan dilakukan. Tsunami memang mengubah kondisi lingkungan, misalnya sanitasi menjadi rusak, tapi PHBS harus tetap diusahakan,” kata Nila.

Pada pelaksanaannya, edukasi kesehatan akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama petugas kesehatan setempat, relawan, dan pihak lain yang fokus pada upaya pencegahan masalah kesehatan pasca tsunami.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!