29.6 C
Jakarta

Pentingnya Kesadaran Dalam Manajemen Penanggulangan Bencana

Baca Juga:

SURAKARTA, MENARA62.COMC — Pentingnya Kesadaran Dalam Manajemen Penanggulangan Bencana. Lembaga Penanggulangan Bencana atau dikenal MDMC, belum lama ini mengeluarkan materi khutbah Jum’at tentang pengurangan resiko bencana alam, dengan tajuk Bencana dalam definisi sekarang adalah fenomena alam yang terus berulang-ulang.

Dicontohkan, gunung Merapi yang kapan saja bisa kembali meletus, semua tentu dengan adanya kekuasaan Allah. Namun bencana alam merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya, bagaimana bisa begitu?

Dalam bencana alam/fenomena alam yang terjadi, dapat dipetik segi positifnya. Seperti setelah terjadi gunung meletus, setelahnya akan membuat tanah menjadi subur. Pasir abu vulkanik yang dapat dimanfaatkan menjadi penyubur tanaman serta dijadikan sebagai bahan bangunan.

“Islam juga mengajarkan untuk berfikir positif. Misalkan, Tak ada yang tau jika kita ketinggalan pesawat namun beberapa jam kemudian pesawat yang berangkat tadi terjatuh, maka sejatinya kita telah diselamatkan Allah SWT,” menurut penjelasan Arif Nur Kholis, Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah.

Arif Mur Kholis menjelaskan, bencana terjadi karena kehendak Allah dan bencana juga bisa terjadi tanpa campur tangan Allah yaitu disebabkan atas perbuatan umat-Nya itu sendiri. Misalnya banjir. Bencana ini disebabkan karena kekurangan daerah resapan air, membuang sampah diselokan, dan pendirian bagunan di bantaran sungai.

Namun sebenarnya, manusia sendiri bisa memanajemen pengurangan resiko dari bencana alam itu. Bencana banjir bisa dihindari dengan tidak mendirikan rumah di bantaran sungai yang sebagai daerah resapan air.

Isu bencana ini diangkat untuk mengembalikan investasi/mengurangi kerugian dengan cara memanajemen pengurangan maupun pencegahan resiko terjadinya korban, dan meminimalisir kerugian, yang akan ditimbulkan dengan cara mendirikan bangunan sebaik mungkin. Seperti, pembangunan sekolah-sekolah Islam dengan memperhatikan struktur bangunan yang kokoh, agar jika terjadi bencana tidak mengalami kerugian yang cukup banyak.

Penulis: Adam Achmad dan Maghfireza

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!