25 C
Jakarta

Perkuat Ekosistem Wirausaha, Ini yang Dilakukan Polimedia

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) memiliki 15 program studi yang berbasis industri kreatif. Sebagai pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada ketrampilan praktik, maka kurikulum yang dikembangkan pun sejalan dengan kebutuhan industri dan berbasis kewirausahaan.

Selain itu, pandemi Covid-19 yang melanda tanah air, telah berimbas pada meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya jumlah pengangguran bertambah dan ini membuat persaingan dunia kerja semakin ketat.

Sejalan dengan itu dunia pendidikan juga dituntut untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran guna meningkatkan ketrampilan dalam berwirausaha. Beberapa program pun dirancang untuk membentuk dan menguatkan ekosistem wirausaha, meningkatkan kreatifivitas, meningkatkan kapasitas usaha dan membentuk pusat inkubasi.

“Membentuk ekosistem pendamping forum kreatif dilakukan dengan knowledge sharing, training bisnis, FGD dengan dunia industri dunia usaha (DUDI) dan pengembangan platform game simulasi bisnis,” kata Direktur Polimedia Purnomo Ananto, pekan lalu di kampusnya.

Diharapkan dari game simulasi ini dapat memberikan pelajaran dan pengalaman di dunia bisnis dan industri serta dapat menguji kemampuan mahasiswa dalam pengambilan keputusan dan mengurangi risiko finansial.

Sebagai langkah awal, pada 28 september 2021 telah diadakan seminar dan workshop wirausaha muda dengan tema “Menumbuhkan Ekosistem Kewirausahaan di Kampus” dengan narasumber dari praktisi industri yang telah sukses membangun usaha dengan berbagai macam model bisnis, Danu Sofwan. Danu adalah Founder & Owner Radja cendol, es teh Indonesia, Basreng gonjreng dan others. Selain itu dari akademisi juga ada  narasumber Athalia Permatasari.,MSC. Athalia adalah praktisi Kewirausahaan Co-founder dan Coo of Mayer food.

Guna mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di kampus, Polimedia, lanjut Purnomo, juga melakukan inisiasi kemitraan dengan industri khususnya industri tekstil seperti bekerja sama dengan PT Wieda Sejahtera (Batik ArjunaWeda) guna peningkatan aktivitas kewirausahaan di kampus khususnya Perguruan Tinggi Vokasi. Industri tekstil dipilih karena seolah industri ini tak pernah mati dalam dunia bisnis dan akan terus berkembang.

Dalam program peningkatan kapasitas usaha akan dilakukan networking/ jejaring dengan mitra industri serta membantu kepengurusan hak cipta dari usaha yang dirintis oleh mahasiswa. Pembentukan pusat inkubasi juga dilakukan diantaranya dengan Langkah membuat bootcamp kewirausahaan dan pelatihan pengembangan bisnis.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!