25 C
Jakarta

20 Dosen UAI Raih Beasiswa StuNed-TMT dari Kerajaan Belanda

Baca Juga:

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 20 dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kerajaan Belanda. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk Tailor Made Training (StuNed-TMT), berjudul “Experiential Learning in Legal Education”.

Pelatihan yang digelar secara daring tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UAI, Asep Saefuddin pada Selasa (20/10/2021). Turut hadir Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia sebagai pengelola beasiswa StuNed, dan Wouter Werner, Director of the Centre for the Politics of Transnational Law, Vrije Universiteit.

Universitas Al Azhar Indonesia sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Dalam rangka pengembangan pendidikan hukum, diupayakan berubah dari yang  cenderung doktrinal dan fokus pada teori dan konsep, menjadi mengutamakan pentingnya pembahasan kasus hukum dan praktik hukum sebagai satu kesatuan proses pembelajaran dengan memberikan experiential learning atau pendidikan berbasis praktek kepada mahasiswanya.

Asep Saefuddin dalam sambutannya menyatakan, pendidikan berbasis pengalaman sangat penting bagi negara Indonesia. Karena itu penting dikembangkan model pembelajaran dari yang semula berpusat pada guru atau dosen diubah menjadi berpusat pada siswa atau mahasiswa. “Experiential learning ini tidak hanya untuk Fakultas Hukum, tetapi penting juga untuk bidang-bidang pembelajaran lainnya, serta bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutur Rektor.

Belanda dipilih sebagai rujukan bukan hanya karena Belanda rumah bagi sekolah hukum terkemuka tetapi juga memiliki akar hukum yang sama dengan Indonesia. Belanda dianggap lebih berpengalaman dalam pengembangan klinik hukum, magang, laboratorium hukum, simulasi pengadilan, dan pusat bantuan hukum.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, akan berlangsung dari tanggal 19 Oktober sampai dengan 9 Desember 2021. Setiap minggu diselenggarakan dua sesi daring, dengan durasi masing-masing 3 jam.

Vrije Universiteit menyambut baik kerja sama pelatihan ini, mengingat Universitas Al Azhar Indonesia merupakan mitra lama. “Sudah sekitar sepuluh tahun terakhir ini, Fakultas Hukum Vrije Universiteit mengembangkan metode pembelajaran hukum modern yang berbasis praktek. Siswa tidak lagi sekedar belajar doktrin ilmu hukum tradisional, tetapi juga bagaimana ilmu hukum berkontribusi terhadap langkah-langkah mengatasi permasalahan keamanan, kesetaraan, migrasi, atau permasalahan lingkungan,” kata Wouter Werner.

Pelatihan akan difasilitasi oleh 14 ahli (Belanda, Indonesia dan internasional), yang memiliki rekam jejak dalam mengembangkan kursus dan kegiatan ekstrakurikuler bagi lulusan hukum untuk praktik hukum modern.

Peter van Tuijl mengutarakan bahwa kerja sama pelatihan ini merupakan bagian dari prioritas Indonesia yang mengutamakan pengembangan sumber daya manusia di berbagai bidang, termasuk penegakan hukum. “Bahkan pandemi tidak menjadi hambatan dalam melaksanakan pelatihan, yang merupakan ajang pembelajaran. Tidak hanya Indonesia belajar dari Belanda, tetapi juga Belanda belajar dari Indonesia,” ungkapnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

Rapat Bamus DPR: Cegah Omicron, Tunda Rencana Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Anggota DPR 

JAKARTA, MENARA62.COM - DPR RI memutuskan untuk menunda seluruh rencana perjalanan dinas ke luar negeri bagi anggota DPR RI. Keputusan diambil sebagai upaya untuk...