28.3 C
Jakarta

Platform DIA-BEAT Ini Antar Mahasiswa UPER Raih Juara Tiga Kompetisi IARC Hackathon 2023

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Tiga mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) berhasil mengembangkan platform deteksi dini diabetes melitus. Platform purwarupa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hasil karya Fadhlan Adha, Sukri Alfian dan Ahmad Fauzi, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro tersebut bernama “DIA-BEAT: Smart Eye Screening for Diabetic Retinopathy Detection.”

Platform berbasis web-app tersebut digunakan untuk mendeteksi dini diabetes tipe 1. Dimana diabetes tipe 1 memiliki karakteristik yakni ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin. Umumnya diabetes tipe 1 yang sudah komplikasi akan turut mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah di bagian mata.

Pemeriksaan awal pada penderita diabetes tipe 1 dilakukan melalui tes pengambilan darah di laboratorium, serta pemeriksaan retina dan saraf mata. Namun inovasi Fadhlan Adha dkk, membuat skrining cukup melalui pemeriksaan mata yang bisa dilakukan sendiri. Mudah, dengan hasil pemeriksaan yang cepat dan akurat.

“Melalui platform DIA-BEAT, masyarakat bisa melakukan skrining mata normal atau bergejala diabetes.  Pengguna hanya perlu membuka aplikasi DIA-BEAT, mengunggah gambar mata, dan melakukan skrining mata.  Jika ditemukan bintik putih, pembuluh darah yang tidak beraturan, atau bercak darah pada area mata, maka hal tersebut terindikasi diabetes,” jelas Fadhlan, Jumat (20/1/2023).

Tidak hanya membantu mendeteksi dini, keunikan dari platform tersebut, pengguna juga akan mendapatkan rekomendasi terkait asupan gula, saran untuk berolahraga dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil rekomendasi skrining dapat diunduh dan dikirimkan ke email pengguna.

Dr. Eng. Muhammad Abdillah sebagai dosen pembimbing memaparkan bahwa akurasi hasil deteksi diabetes melalui DIA-BEAT mencapai 99 persen. “Program aplikasi tersebut cukup akurat untuk deteksi. Sehingga ke depan dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan rumah sakit di Indonesia untuk mendapatkan data lebih banyak. Agar meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan DIA-BEAT,” ujarnya.

Inovasi ini membawa Fadhlan dkk menyabet gelar juara ketiga pada kompetisi Indonesia Artificial Intelligence Research Consortium (IARC) Hackathon 2023. Kompetisi ini merupakan program akselerasi strategi nasional dalam menerapkan AI di Indonesia.

Pengembangan platform DIA-BEAT tersebut menggunakan super komputer NVIDIA DGX-A100 yang difasilitasi oleh IARC-DIKTI. Super komputer AI yang berperan untuk menguji data dan memvalidasi model platform tersebut. Umumnya dalam proses pengujian dan validasi data yang terdiri dari ribuan data akan membutuhkan waktu yang lama. Menggunakan NVIDIA DGX-A100, proses tersebut hanya memakan waktu 1 sampai 2 menit.

“DIA-BEAT juga memiliki kelebihan lain seperti aksesibilitas pengujian yang lebih mudah, proses akuisisi dan analisis yang cepat, konsisten, serta dapat diunduh oleh pengguna,” tambah Fadhlan.

Bagi siswa SMA yang tertarik membangun karir dalam pengembangan teknologi AI, dapat bergabung dalam program studi Teknik Elektro maupun program studi Ilmu Komputer di Universitas Pertamina. Saat ini Universitas Pertamina sedang membuka pendaftaran Ujian Masuk Online Periode Januari 2023.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!