SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo, Surakarta, mengembangkan gerakan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian perkotaan. Program tersebut diwujudkan dengan membentuk Kelompok Tani (KT) Sinar Mentari yang mengembangkan budidaya hidroponik dan tanaman dalam pot.
KT Sinar Mentari membudidayakan berbagai jenis sayuran melalui sistem hidroponik, di antaranya sawi pagoda, selada, dan pakcoy. Adapun tanaman yang dikembangkan dalam pot meliputi kangkung, cabai, terong, bawang, daun basil, daun mint, hingga stevia.
Tak hanya berfokus pada budidaya tanaman, kelompok tani ini juga mengembangkan pembuatan pupuk organik cair. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.
Modal awal pengembangan kegiatan KT Sinar Mentari diperoleh melalui dana stimulan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo.
Untuk memperkuat kapasitas anggota, KT Sinar Mentari mengirimkan lima anggota mengikuti pelatihan Agribisnis dan Hidroponik yang diselenggarakan Majelis Ekonomi PDM Surakarta bersama Komisi Ekonomi MUI Surakarta.
Pelatihan tersebut berlangsung di kompleks Pesantren Tanwirul Fiqr. Keikutsertaan lima anggota KT Sinar Mentari dalam pelatihan juga mendapat dukungan dari Takmir Masjid Jami Tegalharjo.
Panen Perdana Dibagikan kepada Jamaah
Pengembangan pertanian perkotaan tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada Ahad (6/9/2026), KT Sinar Mentari melaksanakan panen perdana tanaman hidroponik.
Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok. Sayuran hasil budidaya tersebut dibagikan kepada jamaah dalam kegiatan pengajian PRM Tegalharjo yang rutin digelar setiap Senin pertama dan Senin ketiga.
Pengajian tersebut diasuh Prof. Sholahuddin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) serta Ustaz Bambang Eko dari Mubaligh Muda Muhammadiyah.
Ketua PRM Tegalharjo, Amru Sukmajati, mengatakan pengembangan KT Sinar Mentari diharapkan menjadi sarana pemberdayaan warga sekaligus mendorong kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat.
Menurut dia, kegiatan pertanian yang dikembangkan tidak semata-mata diarahkan pada aktivitas bercocok tanam, tetapi menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat ranting.
“Gerakan ini kami harapkan tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat,” kata Amru.
Pengembangan hidroponik dan tanaman dalam pot tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan pertanian.
Melalui KT Sinar Mentari, PRM Tegalharjo berupaya mengintegrasikan aktivitas ekonomi, kepedulian lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat. (*)
