MAGELANG, MENARA62.COM – Sarasehan Wartawan dan Digital Creators yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Puri Asri Hotel & Resort, Magelang, Sabtu-Ahad (6-7/6/2026), tidak sekadar menjadi forum peningkatan kapasitas media dan kreator digital. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan emosional antara kampus, insan media, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Rektor UMS, , menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan yang lebih mendalam dengan para mitra media yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan UMS.
“Acara ini untuk pendekatan hati, mendekatkan emosi, mendekatkan destinasi, dan mendekatkan energi. Jadi ada kesatuan hati, kesatuan destinasi, dan kesatuan energi untuk membangun serta memajukan UMS bersama-sama dengan melibatkan teman-teman media sebagai pilar utama promosi,” ujar Harun usai pembukaan kegiatan.
Menurutnya, hubungan antara UMS dan media tidak boleh hanya bersifat formal atau sekadar kerja sama publikasi. Lebih dari itu, diperlukan kedekatan personal agar terbangun sinergi yang kuat dan berkelanjutan.
Harun menjelaskan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Namun, yang ingin dibangun bukan hanya kuantitas pertemuan, melainkan kualitas hubungan yang semakin erat.
“Kegiatan ini bukan hanya dilanjutkan terus secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif harus semakin dekat. Tadi saya ingin mengenal lebih jauh secara personal maupun kelembagaan. Saya ingin memahami profil masing-masing media, baik RRI, Antara, Radar, maupun media lainnya. Itu menunjukkan bahwa UMS ingin mendekat, membumi, dan menyatu dengan teman-teman media,” katanya.
Dari Mahasiswi Pemalu Menjadi Kreator Digital
Kegiatan Sarasehan Wartawan dan Digital Creators juga menghadirkan sejumlah mahasiswa yang telah merasakan manfaat program pengembangan kreator digital di UMS. Salah satunya adalah Juliana Putriatmaja atau akrab disapa Lili, mahasiswa Fakultas Hukum UMS.
Lili mengaku pernah mengikuti kegiatan serupa pada 2024 dan merasakan dampak besar terhadap pengembangan dirinya.
“Jujur, setelah mengikuti kegiatan content creator di UMS, perkembangan saya sangat pesat. Dulu saya pemalu dan tidak berani menyampaikan pendapat. Sekarang saya lebih percaya diri, lebih berani berbicara di depan kamera, dan bisa mengembangkan soft skill,” ungkapnya.
Mahasiswi semester enam tersebut kini aktif mengembangkan konten bertema gaya hidup, wisata alam, hingga rekomendasi tempat nongkrong yang menyasar kalangan mahasiswa.
Dari aktivitas tersebut, akun media sosial pribadinya bahkan mulai menghasilkan pendapatan melalui kerja sama promosi dan endorsement.
“Saya bisa menggunakan media sosial untuk mendapatkan penghasilan. Ada beberapa endorsement yang masuk dan itu membuat saya semakin percaya diri untuk menyampaikan pendapat,” katanya.
Mahasiswa Nonmuslim Merasa Dirangkul
Menariknya, Lili merupakan mahasiswa nonmuslim yang memilih menempuh pendidikan di UMS. Sebagai seorang Katolik, ia mengaku sempat memiliki kekhawatiran saat pertama kali masuk ke kampus berbasis Muhammadiyah tersebut.
Namun pengalaman yang dirasakan selama hampir tiga tahun berkuliah justru jauh dari kekhawatirannya.
“Awalnya saya takut, tetapi ternyata asyik sekali. Saya tidak merasa terintimidasi ataupun terdiskriminasi. Saya sangat dihormati dan dihargai,” ujarnya.
Menurut Lili, lingkungan kampus memberikan ruang yang nyaman bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang agama. Ia mengaku langsung mendapatkan teman dan dukungan sejak awal menjadi mahasiswa baru.
“Bahkan dari pihak humas UMS juga sangat merangkul saya. Tidak ada diskriminasi, baik dari teman-teman maupun dosen. Saya benar-benar merasa diterima,” katanya.
Selain aktif sebagai kreator digital, Lili juga terlibat dalam kegiatan pers mahasiswa sebagai reporter media kampus di fakultasnya.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat kemampuan komunikasi dan jurnalistik yang sedang ia tekuni.
Bangun Sinergi untuk Kemajuan Bersama
Sarasehan Wartawan dan Digital Creators UMS tahun 2026 menjadi bukti komitmen kampus dalam membangun kolaborasi yang lebih erat dengan media sekaligus mengembangkan potensi mahasiswa di era digital.
Melalui pendekatan yang mengedepankan kedekatan emosional, penguatan kompetensi, dan penghargaan terhadap keberagaman, UMS berupaya menciptakan ekosistem kampus yang inklusif serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bagi UMS, media bukan sekadar mitra publikasi, melainkan bagian dari perjalanan bersama untuk memperkuat reputasi, menyebarkan inspirasi, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat luas. (*)
