MADIUN, MENARA62.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, mengungkap perubahan pola pikir orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi di era saat ini. Temuan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Sabtu (6/6/2026).
Dalam arahannya di hadapan pimpinan dan dosen UMJT, Fauzan memaparkan hasil riset Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai harapan orang tua dan calon mahasiswa terhadap perguruan tinggi.
Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara orang tua dan calon mahasiswa terkait kampus yang mereka inginkan.
“Salah satunya menanyakan perguruan tinggi seperti apa yang diinginkan orang tua,” ujar Fauzan.
Orang Tua Cari Kepastian dan Jaringan
Fauzan menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan orang tua ketika memilih perguruan tinggi untuk anaknya.
Pertama, kampus harus mampu memberikan kepastian kelulusan. Kedua, memiliki jejaring yang luas. Ketiga, mampu mendukung keberlangsungan hidup lulusan melalui akses pekerjaan atau karier yang jelas.
Menariknya, ketika pertanyaan serupa diajukan kepada calon mahasiswa, hasilnya tidak jauh berbeda.
Para calon mahasiswa menginginkan kampus yang mampu memberikan pengalaman belajar yang kaya, menjamin kelulusan tepat waktu, serta memiliki jaringan yang kuat untuk mendukung masa depan mereka.
“Antara calon mahasiswa dengan orang tua sama jawabannya. Ini potret cara berpikir orang tua masa kini,” kata Fauzan.
Kampus Harus Beri Kepastian Lulus
Menurut Fauzan, temuan tersebut menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk menerjemahkan kebutuhan masyarakat ke dalam layanan pendidikan yang nyata.
Ia mencontohkan pentingnya kepastian masa studi. Perguruan tinggi harus mampu merancang sistem akademik yang memungkinkan mahasiswa lulus tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.
“Misalnya kuliah di UMJT, maka 3,5 tahun atau 4 tahun pasti lulus. Itu memberikan kepastian kepada mahasiswa,” ujarnya.
Selain itu, kampus juga harus memastikan bahwa mahasiswa memiliki kesiapan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Fauzan mengingatkan agar perguruan tinggi tidak hanya memberikan materi yang bersifat normatif, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Jangan sampai setelah kuliah justru semakin bingung ketika lulus. Itu terjadi karena yang diberikan hanya hal-hal normatif dan kurang pengalaman pragmatis,” tegasnya.
Kolaborasi dengan Dunia Industri
Untuk menjawab tantangan tersebut, Fauzan mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, pemerintah, maupun sektor swasta.
Menurutnya, sinergi tersebut penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu bersaing di tengah perubahan yang semakin cepat.
Ia menilai keberhasilan perguruan tinggi saat ini tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau gedung yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan lulusan yang dibutuhkan masyarakat.
Empat Kunci Keberlanjutan Perguruan Tinggi
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga memaparkan empat faktor utama yang dapat menopang keberlanjutan sebuah perguruan tinggi.
Pertama, kampus harus memahami kebutuhan lingkungan dan mengetahui siapa yang akan menggunakan lulusannya.
Kedua, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan kebaruan dan inovasi, baik melalui program besar maupun langkah-langkah kecil yang berdampak nyata.
Ketiga, kampus wajib memiliki nilai tambah (value) yang dapat dirasakan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Keempat, membangun budaya institusi yang kuat melalui pendekatan humanis dan kolaboratif.
“Orang yang datang ke UMJT harus merasa nyaman dan betah. Antar-person harus saling bekerja sama dan berkolaborasi. Jangan menggunakan teori senior-junior karena itu embrio feodalisme,” ujar Fauzan.
UMJT Didorong Jadi Kampus Masa Depan
Kunjungan Wamendiktisaintek ke UMJT menjadi momentum penting bagi kampus yang tengah berkembang tersebut untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan dan daya saing lulusannya.
Melalui pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa, dunia kerja, dan masyarakat, UMJT didorong menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya mampu mencetak sarjana, tetapi juga menghadirkan kepastian masa depan bagi para lulusannya.
Pesan Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi masa kini dituntut lebih adaptif, inovatif, dan dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kepastian lulus, pengalaman belajar yang bermakna, serta jejaring yang luas kini menjadi faktor utama yang dicari orang tua dan calon mahasiswa dalam menentukan pilihan kampus. (PJ)


