31.5 C
Jakarta

Rumah Tahan Gempa Berbahan Material UPVC Diluncurkan

Must read

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

NGAWI, MENARA62.COM – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan rumah tahan gempa yang dapat dibangun dalam waktu empat jam.

“Rumah ini akan kami kembangkan di Lombok dan Palu dengan pembangunan hunian tetap,” kata Nasir, dalam siaran persnya, Sabtu (28/9/2019).

Untuk harga dari setiap unit rumah tersebut berbeda beda, mulai dari harga Rp60 juta sampai dengan Rp100 juta, tergantung tipe dari rumah yang akan di pesan. Dengan model hunian seperti ini masyarakat bisa lebih hemat.

Menristekdikti berharap masyarakat dapat lebih cepat dan lebih hemat membangun rumah tahan gempa, baik sebelum gempa terjadi maupun setelah gempa.

Indonesia merupakan negara dengan ring of fire, merupakan negara yang rentan akan potensi gempa, maka bangunan seperti ini yang kita butuhkan untuk meminimalisir korban yang tertimbun oleh material,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir berharap masyarakat dapat semakin banyak membangun rumah tahan gempa dengan UPVC. Selain karena cepat dan terjangkau, bahan ini juga ramah lingkungan karena dapat menggantikan pohon sebagai bahan baku pembuatan rumah.

“Berikutnya kita akan kembangkan terus-menerus ke depan dengan cepat. Kita akan kembangkan tidak hanya satu lantai, kemungkinan bisa menjadi dua lantai,” harap Menteri Nasir.

UPVC yang digunakan untuk rumah tahan gempa ini di teliti dan diujicoba oleh Universitas Diponegoro (Undip) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta diproduksi oleh PT Terryham Proplas Indonesia (TPI) dengan merk KENDS UPVC. UPVC yang dijadikan bahan bangunan ini tahan panas sampai 220 derajat Celcius, sehingga UPVC ini dapat digunakan sebagai bahan pembangun rumah yang tahan kebakaran dan tahan gempa dengan tembok, partisi, pintu, dan jendela menggunakan Unplasticized Poly Vynil Chloride (UPVC) serta tiang dan atapnya menggunakan baja ringan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

Level 5, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Gelar Raker Virtual 2021

  SOLO, MENARA62.COM – Level 5, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar rapat kerja (raker) guru karyawan secara virtual via aplikasi Zoom yang...