25.6 C
Jakarta

Tiga Makam Tokoh Islam Di Kalsel Belum Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Must read

Tinjau Progres Pelabuhan Patimban, Menhub Dengar Aspirasi Nelayan Patimban

PATIMBANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendengar aspirasi para nelayan di sekitar proyek pelabuhan Patimban. Hal itu dilakukan Menhub saat meninjau progres...

Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengerajin di Labuan Bajo

MANGGARAI BARAT, NTT, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para pengrajin Kecil dan Mikro di Labuan...

Presiden: PKN 2020 Bukti Budayawan dan Seniman Tidak Tunduk Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Setelah hadir untuk pertama kalinya di tahun 2019, tahun ini Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kembali digelar mulai hari Sabtu, 31 Oktober...

Gandeng Tokopedia, Kemendikbud Gelar Pasarbudaya 2020

JAKARTA, MENARA62.COM – Untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada seniman agar karya mereka dapat dinikmati publik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar kegiatan Pasarbudaya...

JAKARTA, MENARA62.COM– Kabar tentang dihapusnya tiga tokoh penyebar agama Islam di Kalimantan Selatan (Kalsel) dari daftar cagar budaya adalah tidak benar. Dalam keterangan tertulis yang diterima Menara62.com, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan bahwa, makam ketiga tokoh Islam di Kalsel tersebut memang belum ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai dengan ketentuan perundangan mengenai penetapan dan penghapusan cagar budaya.

“Berita bahwa Mendikbud Hapus Tiga Tokoh Penyebar Islam Kalsel Sebagai Cagar Budaya tersebut tidak benar, karena ketiga lokasi makan tersebut belum ada yang ditetapkan sebagai cagar budaya,” kata Hilmar, Selasa (8/8).

Menurut Dirjen Hilmar, tiga lokasi makam di Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri dari Makam Datu Hamid Ambulung di Kabupaten Banjar, Makam Tumpang Talu Kandangan, dan Makam Datu Sanggul Kabupaten Tapin, belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Ketiga makam tersebut belum memenuhi kriteria sebagai cagar budaya sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP) Harry Widianto, menjelaskan kriteria yang masuk dalam cagar budaya adalah berusia minimal 50 tahun atau mewakili gaya/langgam sekurang-kurangnya 50 tahun, dan mempunyai arti penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, agama, pendidikan, dan/atau kebudayaan. Dalam Undang-undang Cagar Budaya tersebut menjelaskan bahwa proses penetapan dilakukan melalui kajian Tim Ahli Cagar Budaya pada masing-masing Kabupaten/Kota, dan jika masuk dalam kriteria, kemudian dapat direkomendasikan untuk ditetapkan oleh Bupati/Walikota setempat sebagai Cagar Budaya.

Harry menambahkan, karena ketiga makam tersebut belum ditetapkan sebagai cagar budaya, maka tidak lagi diusulkan sebagai Cagar Budaya yang dipelihara oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur per bulan April 2017. “Namun demikian diharapkan pemeliharaan makam dapat dikelola oleh dinas terkait,” kata Harry.

Tidak masuknya ketiga makam tersebut sebagai Cagar Budaya, kata Harry, sudah disampaikan ke dinas terkait dengan dikeluarkannya Surat Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur, Nomor 0207/E24/CB/2017, tanggal 22 Februari 2017. Surat ditujukan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar.

“Dalam hal ini Mendikbud tidak melakukan apapun terhadap status tiga lokasi makam tersebut. Berita yang beredar dalam media online tersebut bisa dari surat yang diterbitkan oleh BPCB Kalimantan Timur ,” tegas Harry.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tinjau Progres Pelabuhan Patimban, Menhub Dengar Aspirasi Nelayan Patimban

PATIMBANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendengar aspirasi para nelayan di sekitar proyek pelabuhan Patimban. Hal itu dilakukan Menhub saat meninjau progres...

Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengerajin di Labuan Bajo

MANGGARAI BARAT, NTT, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para pengrajin Kecil dan Mikro di Labuan...

Presiden: PKN 2020 Bukti Budayawan dan Seniman Tidak Tunduk Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Setelah hadir untuk pertama kalinya di tahun 2019, tahun ini Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kembali digelar mulai hari Sabtu, 31 Oktober...

Gandeng Tokopedia, Kemendikbud Gelar Pasarbudaya 2020

JAKARTA, MENARA62.COM – Untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada seniman agar karya mereka dapat dinikmati publik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar kegiatan Pasarbudaya...

Sholat Tepat Waktu, Apa Susahnya?

Oleh Ashari, SIP* SETIAP perintah pasti mengandung hikmah. Begitu juga setiap larangan dan dosa pasti mengandung derita. Demikian halnya dengan perintah sholat awal waktu, tentu...