33.8 C
Jakarta

UM Bandung Berangkatkan 66 Mahasiswa KKN ke Malang dan Luar Negeri

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi melepas 66 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) dan KKN Internasional Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari implementasi catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Pelepasan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Rabu (22/7/2026), dan dibuka langsung oleh Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto.

Kepala LPPM UM Bandung, Ijang Faisal, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

“KKN bukan sekadar mata kuliah atau kewajiban akademik. KKN adalah ruang pembuktian kualitas mahasiswa, tempat ilmu diuji melalui pengabdian, kolaborasi, kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Di sinilah karakter seorang lulusan sesungguhnya dibentuk,” ujar Ijang.

Sebanyak 60 mahasiswa mengikuti program KKN Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Para peserta berasal dari 10 program studi, yakni Administrasi Publik, Akuntansi, Bioteknologi, Farmasi, Ilmu Komunikasi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Psikologi, serta Teknologi Pangan.

Seluruh peserta KKN MAS akan didampingi dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Nurlaela Hamidah SPsi MM MPsi Psikolog dari Program Studi Psikologi dan Hani Humaeriyah SE MM dari Program Studi Manajemen.

Sementara itu, enam mahasiswa lainnya mengikuti KKN Internasional 2026. Mereka terdiri atas mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Psikologi, dan Agribisnis yang akan menjalankan program pengabdian masyarakat di Malaysia dan Singapura.

Kegiatan KKN Internasional didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan, yakni Iis Dewi Fitriani dari Program Studi Manajemen dan Latifah dari Program Studi Administrasi Publik.

Menurut Ijang, pelaksanaan KKN MAS dan KKN Internasional merupakan strategi UM Bandung dalam memperkuat kolaborasi antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), memperluas jejaring internasional, sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa peserta KKN membawa nama baik kampus selama berada di lokasi pengabdian.

“Masyarakat tidak hanya melihat mahasiswa sebagai individu, tetapi sebagai representasi UM Bandung. Cara mereka berbicara, bersikap, bekerja, dan berinteraksi akan menjadi cerminan kualitas kampus. Oleh karena itu, jagalah nama baik almamater melalui integritas, akhlak, kedisiplinan, dan karya nyata yang memberikan manfaat,” katanya.

Pada KKN MAS 2026, mahasiswa mengusung tema “Mewujudkan Desa Berkemajuan melalui Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal”. Tema tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Adapun KKN Internasional mengangkat tema “Mahasiswa Berdaya, Masyarakat Mendunia, melalui Internasionalisasi Nilai Al-Ma’un untuk Pembangunan Berkelanjutan”, sebagai bentuk kontribusi UM Bandung dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan di tingkat global sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai warga dunia yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Ijang menambahkan, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan sejauh mana mahasiswa mampu membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh peserta kembali ke kampus, bukan hanya membawa laporan kegiatan, melainkan membawa pengalaman, jejaring, kedewasaan berpikir, dan semangat pengabdian yang semakin kuat. Itulah esensi KKN yang sesungguhnya, yakni belajar bersama masyarakat untuk menjadi insan akademik yang memberi manfaat bagi bangsa dan dunia,” pungkasnya.

Dalam amanatnya, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto berpesan agar seluruh peserta KKN mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa menyusun program kerja yang sesuai dengan tema KKN sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, rektor mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, mahasiswa merupakan representasi Muhammadiyah dan UM Bandung di tengah masyarakat sehingga sikap, perilaku, dan karya yang ditunjukkan akan menjadi cerminan kualitas institusi. (*)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!