JAKARTA, MENARA62.COM – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis kompetensi futuristik dinilai sebagai agenda strategis yang harus dipercepat oleh satuan pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini mengemuka dalam webinar nasional bertajuk “Future Ready Human Capital: Arah Strategis Pengembangan SDM Indonesia Berbasis Kompetensi Futuristik Melalui Satuan Pendidikan dan Perguruan Tinggi” yang digelar secara daring pada Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Tenri Abeng University (TAU), Generasi Cerdas Indonesia (GCI), dan Dinas Pendidikan Jakarta ini menghadirkan akademisi, praktisi manajemen, serta pegiat pendidikan. Diskusi berfokus pada strategi menyiapkan generasi Indonesia menghadapi revolusi teknologi, perubahan pasar kerja global, dan momentum bonus demografi.

Direktur GCI, Muhamad Ramadhona, menegaskan bahwa Indonesia tengah berada pada fase krusial. “Perguruan tinggi dan satuan pendidikan harus mulai bertransformasi dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pusat pengembangan kompetensi masa depan. Kita harus menyiapkan generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah di tengah perubahan yang sangat cepat,” ujarnya.
Ramadhona merinci empat kompetensi futuristik utama yang harus menjadi fokus pendidikan:
- Digital Skills — literasi digital, keamanan siber, analisis data, hingga pemahaman dasar kecerdasan buatan.
- Advanced Technical Skills — keterampilan teknis spesialis di bidang rekayasa, kesehatan, agritech, desain, dan pengembangan produk.
- Human Skills — komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kecerdasan emosional, serta berpikir kritis.
- Entrepreneurial Skills — kreativitas, keberanian mengambil risiko, literasi keuangan, dan kemampuan menciptakan lapangan kerja baru.
Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan bila diiringi peningkatan kualitas SDM yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Webinar ini menegaskan bahwa investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045 bukan semata pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
