25.6 C
Jakarta

Wapres JK Dorong Para Dokter Lakukan Penelitian

Must read

“Koen Waras”, Sekadar Menggugah Kesadaran

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, bahkan grafiknya semakin naik. Sejumlah daerah dinyatakan sebagai zona merah, bahkan hitam. Korban terus berjatuhan. Sementara masyarakat tampaknya mulai abai...

Buku harus Bersaing dengan Teknologi Digital

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Sabtu 28 November kemarin, mantan wartawan Arys Hilman Nugraha dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Peberbit Indonesia (IKAPI) periode 2020-2025. Ia terpilih...

XL Axiata Raih Penghargaan Marketeers Youth Choice Brand of The Year 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Mendekati penghujung tahun 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mendapatkan pengakuan dari masyarakat atas kualitas produknya. Melalui ajang Marketeers...

Alumni Belanda Berbagi Pemikiran Terkait Penanganan Covid-19 pada WINNER 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Penguatan kerjasama di pelbagai bidang dan lintas disiplin keilmuan di tengah dan pasca pandemic Covid-19 menjadi salah satu isu yang dibahas...
JAKARTA, MENARA62.COM– Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla mendorong dokter-dokter di Indonesia untuk selalu mengembangkan ilmunya dan turut melakukan penelitian. Ini perlu agar dokter-dokter Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk dan ilmu dari luar negeri. 
 
“ Ilmu kedokteran berkembang sangat cepat, berubah 100 persen tiap tiga tahun, jadi dokter yang tidak meneliti selama tiga tahun ilmunya tinggal setengah” ujar Wapres Jusuf Kalla saat meresmikan Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI – FKUI) di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salemba,  Rabu (12/04/2017).
 
Didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Bandar M. H. Hajjar, Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi riset di bidang kesehatan dan kedokteran yang tidak dimiliki negara lain. Riset kesehatan mengenai penyakit tropis contohnya, penelitian di bidang ini masih belum banyak dilakukan oleh negara lain. 
 
“Riset ini dan potensi riset lainnya dapat dikembangkan oleh IMERI dengan bekerjasama dengan peneliti-peneliti lain, baik dalam negeri maupun luar negeri ,“ imbuh Wapres Jusuf Kalla
Bandar M.H. Hajjar menjelaskan Islamic Development Bank (IsDB) mendanai pembangunan IMERI-FKUI sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Proyek ini digagas bersama-sama dengan pembangunan RS Perguruan Tinggi Negeri di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo dan RS Perguruan Tinggi Negeri Universitas Andalas Padang Sumatra Barat.
Diakui IsDB sejak berdirinya di tahun 1975 telah memberikan bantuan kepada lebih dari 30 universitas dan institut agama Islam di seluruh Indonesia.
“ IsDB bersama Saudi Fund for Development mengucurkan dana sebesar 130 juta dollar untuk membantu pembangunan IMERI-FKUl” jelas Bandar M.H. Hajjar.
Semantara itu Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan Pemerintah Indonesia menyadari bahwa tantangan masyarakat global akan masalah kesehatan selalu meningkat, oleh karena itu Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidilan Tinggi telah merancang road map agenda riset nasional dimana riset kesehatan dan kedokteran masuk menjadi fokus utama.
“Kemenristekdikti mendorong IMERI-FKUI tumbuh menjadi Pusat Unggulan IPTEK bidang Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. Kami berharap peneliti dan ilmuan indonesia dapat menjadi solusi bagi permasalahan bangsa, sekaligus menjawab tantangan global ” ujar Menristekdikti.
Dalam 10 tahun ke depan IMERI-FKUI diproyeksikan untuk menjadi Medical Science Techno-Park Indonesia, yaitu pusat riset dan inovasi kesehatan dan kedokteran Indonesia yang dilengkapi sampai pada tahap industri. Sepuluh tahun lagi IMERI-FKUI diharapkan menjadi Salemba Valley atau Silicon Valley-nya Indonesia di bidang kedokteran dan kesehatan.
Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis, menjelaskan bahwa, ”IMERI-FKUI memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan riset dasar kedokteran, riset translasional, riset terapan dengan luaran berupa publikasi internasional, produk, kebijakan, protokol atau health technology assessment (HTA).
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ratna Sitompul menjelaskan bahwa IMERI-FKUI memiliki 12 klaster riset, 2 klaster pendidikan, 3 klaster penunjang riset serta 3 fasilitas pendukung pendidikan yang bertujuan menghasilkan terobosan inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Beberapa klaster unggulan IMERI-FKUI antara lain adalah klaster riset infeksi, klaster riset kanker, klaster riset kardiovaskular, klaster riset reproduksi, klaster riset human genetic, klaster riset stem cell, klaster riset drug development, klaster riset pendidikan kedokteran dan klaster riset pengembangan pendidikan berbasis simulasi.
“Kami membuka kesempatan untuk semua peneliti terbaik Indonesia dan dunia melakukan kolaborasi riset di IMERI-FKUI, yang memiliki skema research assistant, research fellow, post doctoral student yang memungkinkan dilakukannya riset-riset di IMERI-FKUI,” pungkas Ratna Sitompul.
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

“Koen Waras”, Sekadar Menggugah Kesadaran

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, bahkan grafiknya semakin naik. Sejumlah daerah dinyatakan sebagai zona merah, bahkan hitam. Korban terus berjatuhan. Sementara masyarakat tampaknya mulai abai...

Buku harus Bersaing dengan Teknologi Digital

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Sabtu 28 November kemarin, mantan wartawan Arys Hilman Nugraha dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Peberbit Indonesia (IKAPI) periode 2020-2025. Ia terpilih...

XL Axiata Raih Penghargaan Marketeers Youth Choice Brand of The Year 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Mendekati penghujung tahun 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mendapatkan pengakuan dari masyarakat atas kualitas produknya. Melalui ajang Marketeers...

Alumni Belanda Berbagi Pemikiran Terkait Penanganan Covid-19 pada WINNER 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Penguatan kerjasama di pelbagai bidang dan lintas disiplin keilmuan di tengah dan pasca pandemic Covid-19 menjadi salah satu isu yang dibahas...

Dunia Harus Tahu Persoalan Bangsa Palestina Belum Selesai

JAKARTA, MENARA62.COM – Adara Relief Internasional kembali menghadirkan tokoh-tokoh pemuda Palestina untuk menceritakan kondisi negara tersebut sejak kaum zionis Israel menjajahnya. Kali ini Husammuddin...