30 C
Jakarta

Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Samsung Electronics Indonesia mengumumkan dua tim terbaik kompetisi Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 pada Culmination Event yang digelar Senin (16/2/2026). Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga, Jawa Tengah terpilih menjadi tim terbaik pertama.

Demikian diungkapkan Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia dalam rilisnya yang diterima redaksi Selasa (24/2/2026). SIC hadir sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda Indonesia.

“Dengan pendampingan guru dan dosen, pembelajaran ini menciptakan efek pengganda, memperkuat literasi AI (Artificial Intelligence) di sekolah dan kampus, serta menumbuhkan ekosistem inovasi yang lebih luas,” kata Bagus Erlangga.

Lebih lanjut Bagus menjelaskan Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. “Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Kami mengucapkan selamat kepada tim terbaik atas pencapaian luar biasa ini. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan sepanjang program,” kata Bagus.

Culmination Event SIC Batch 7, tambah Bagus, menjadi simbol pembelajaran berbasis proyek mampu memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi membangun prototipe yang relevan dan siap dikembangkan lebih lanjut.

“Sejalan dengan visi global ‘Enabling People,’ SIC mendorong generasi muda Indonesia untuk berani berinovasi, mengasah kemampuan teknologi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan berbasis AI,” katanya.

Menurut Bagus, Alex, Personal AI Assistant berbasis IoT yang dikembangkan Tim Lumyx, The Best Team Pertama dari Kategori Siswa, dirancang sebagai learning companion sekaligus asisten personal dengan interaksi yang natural. Tidak hanya merespons perintah, Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan.

“Dengan dukungan pemrosesan audio-visual serta machine learning berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih kontekstual tanpa memerlukan aplikasi yang kompleks,” kata Bagus.

Sedangkan PhysioTrack dari Tim Outliers, The Best Team Pertama dari Kategori Mahasiswa menghadirkan solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT. Rehabilitasi ini memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara lebih terukur dan tetap terpantau oleh terapis.

“Melalui integrasi sensor IoT, sistem ini mengumpulkan data latihan dan indikator fisiologis yang kemudian dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data. Pendekatan ini meningkatkan akses terapi sekaligus menjaga kualitas pemantauan klinis,” kata Bagus.

Kata Bagus, penilaian para juri berdasarkan presentasi dan penyampaian ide, kesesuaian masalah dan solusi. Selain itu, juga berdasarkan demonstrasi prototipe, Integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis selama tanya jawab dengan juri serta inovasi dan potensi masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!