SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi mahasiswa internasional melalui berbagai program adaptasi akademik dan pendampingan selama masa studi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan mahasiswa dari luar negeri dapat mengikuti perkuliahan dengan baik sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial di kampus.
Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS menegaskan bahwa dukungan bagi mahasiswa internasional tidak hanya diberikan pada awal kedatangan, tetapi juga berlangsung selama proses studi. Pendampingan dilakukan melalui pengenalan sistem akademik, layanan administrasi, serta informasi penting terkait kehidupan mahasiswa di kampus. Hal tersebut menjadi bagian dari orientasi mahasiswa internasional dalam kegiatan Welcoming Session for Inbound Students from Uzbekistan.
“Keberadaan mahasiswa internasional menjadi bagian penting dalam mendorong internasionalisasi kampus. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring global universitas,” kata Direktur DRKUI UMS, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., saat ditemui pada Jumat, (6/3).
Menurutnya, UMS berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai negara. Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa internasional juga mendapatkan pendampingan dari mahasiswa lokal yang berperan sebagai buddy untuk membantu proses adaptasi di lingkungan kampus. Skema pendampingan tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Welcoming Session for Inbound Students from Uzbekistan yang telah berlangsung pada Jumat, (20/2).
Dalam sesi informasi akademik dijelaskan bahwa perkuliahan reguler mahasiswa UMS telah dimulai sejak 9 Februari, sementara mahasiswa inbound akan mulai mengikuti perkuliahan secara resmi pada 23 Februari 2026.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemaparan dari perwakilan Pondok Pesantren Mahasiswa Internasional KH. Mas Mansur UMS (PESMA) terkait aturan dan fasilitas asrama mahasiswa. PESMA merupakan asrama resmi universitas yang menyediakan lingkungan tempat tinggal yang aman dengan sistem keamanan selama 24 jam serta mendukung keseimbangan kehidupan akademik dan sosial mahasiswa.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan pula struktur organisasi asrama dan layanan hunian yang dikoordinasikan oleh Duty Residential Coordinator yang selalu siaga. Fasilitas yang tersedia antara lain layanan makan opsional sebesar Rp350.000 per bulan (Senin–Jumat) serta layanan laundry sebesar Rp5.000 per kilogram dengan ketentuan tertentu untuk beberapa jenis barang.
Mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai peraturan asrama, seperti larangan menempati kamar seorang diri, membawa peralatan elektronik tertentu, memasak di dalam kamar, serta mengundang tamu ke kamar. Selain itu dijelaskan pula kebijakan terkait jam operasional gerbang, izin menginap di luar, aturan berpakaian, serta etika selama tinggal di asrama. Pelanggaran terhadap aturan akan diberikan dua kali surat peringatan sebelum sanksi lanjutan diterapkan.
Pihak pengelola PESMA juga akan membagikan peraturan asrama secara tertulis dan meminta mahasiswa menandatangani pernyataan kepatuhan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan asrama. Selain itu, akan dibentuk pula grup komunikasi resmi untuk mempermudah koordinasi dan penyampaian informasi.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa inbound berdiskusi dengan Ketua dan Sekretaris Program Studi serta buddy atau mahasiswa pendamping masing-masing untuk membahas pemilihan mata kuliah, jadwal kelas, dan proses adaptasi di lingkungan kampus. Buddy yang ditugaskan diharapkan dapat memberikan pendampingan intensif terutama pada minggu pertama perkuliahan.
Hepy Adityarini, S.Pd., M.A., Ph.D., selaku Kepala Subdivisi Pengembangan Kemitraan Akademik dan Mobilitas DRKUI UMS, menegaskan bahwa universitas telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan proses adaptasi mahasiswa inbound berjalan dengan baik, baik dalam kegiatan akademik maupun kehidupan di asrama.
“Seluruh mahasiswa inbound akan dipastikan terdaftar pada mata kuliah yang dipilih dan akan memperoleh informasi detail terkait jadwal serta ruang kelas sebelum perkuliahan dimulai. Selain itu, buddy yang ditugaskan juga akan memberikan pendampingan intensif selama minggu pertama untuk membantu proses adaptasi akademik maupun sosial,” kata Heppy.
DRKUI juga akan melakukan pemantauan berkala selama bulan pertama guna memastikan para mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik. Mahasiswa didorong untuk segera melaporkan apabila terdapat kendala akademik maupun non-akademik kepada DRKUI atau program studi terkait. Selain itu, akan diselenggarakan sesi umpan balik setelah satu bulan untuk menampung pengalaman serta masukan dari mahasiswa. (*)

