JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerintah pusat untuk menekan ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil tanpa membebani masyarakat. Salah satu fokus utama saat ini adalah membantu kementerian teknis, seperti Kementerian ESDM dan PLN, dalam program instalasi 100 gigawatt solar cell melalui substitusi diesel ke panel surya (PLTS).
Di sela kegiatan halal bi halal dengan media yang digelar Senin (6/4/2026), Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk operasional pembangkit listrik tenaga diesel sangat mahal. Karena iti, perlu segera diicarikan solusi berrupa pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS.
“Prioritas utama adalah mengganti pembangkit listrik tenaga diesel yang biaya operasionalnya mahal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga energi di tingkat masyarakat,” ujar Menteri Brian.
Selain memanfaatkan potensi tenaga surya, Indonesia sendiri merupakan raksasa geothermal atau panas bumi. Ini adalah potensi energi terbarukan yang sampai saat ini belum dioptimalkan pemanfaatannya.
“Kita memiliki harta karun geothermal yang harus segera kita manfaatkan potensinya. Di mana saat ini kita baru memanfaatkan sekitar 10 persen dari potensi,” kata Stella yang baru pulang dari pertemuan Energy Conference terbesar di dunia di Houston yang diselenggarakan oleh S&P Global.
Stella memaparkan tiga poin krusial mengenai posisi strategis Indonesia terkait geotherrmal ini. Pertama, Indonesia memiliki cadangan terbesar geothermal kedua di dunia. “Indonesia memiliki cadangan panas bumi (geothermal) nomor dua terbesar—bahkan berpotensi nomor satu—di dunia,” jelas Stella.
Kedua, geothermal merupakan energi paling konsisten: Berbeda dengan tenaga surya atau angin yang bergantung cuaca, geothermal adalah sumber energi bersih yang paling stabil untuk menyuplai kebutuhan Data Center dunia yang memerlukan energi besar dan bersih.
Ketiga, geothermal bisa menjadi peluang investasi baru. Saat ini Indonesia baru memanfaatkan sekitar 10% dari total potensi panas buminya. Dengan laporan data terbaru, Indonesia berpeluang menarik investasi besar-besaran untuk menjadi pemimpin energi bersih dunia.
“Geothermal adalah satu-satunya energi bersih yang paling konsisten dan Indonesia memegang kunci ekosistem tersebut di tingkat global,” ujar Stella Christie.
Selain mengembangkan teknologi energi terbarukan, pemerintah juga mendorong perubahan gaya hidup masyarakat urban. Brian mengajak kampus-kampus menjadi pelopor mobilitas sehat dengan menghidupkan kembali budaya berjalan kaki dan bersepeda.
“Untuk mengatasi kendala kontur wilayah, penggunaan sepeda listrik didorong sebagai transisi dari kendaraan berbasis fosil. Ini adalah solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bersepeda,” tambah Menteri Brian.
Menurut Brian, bersepeda adalah gaya hidup modern yang lazim di negara maju (Eropa), bukan simbol status sosial yang rendah.
