27.1 C
Jakarta

Gibran dan Abdul Mu’ti Percepat Digitalisasi Pendidikan 3T

Baca Juga:

BADUNG, MENARA62.COM — Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui penguatan digitalisasi sekolah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Maju.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, beberapa waktu lalu, yang dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan nasional harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa sekaligus membangun karakter generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pemerataan akses layanan pendidikan hingga ke daerah terpencil. Karena itu, Kemendikdasmen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengirim talenta-talenta unggul, tenaga profesional, hingga alumni penerima beasiswa ke wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program tersebut diarahkan untuk memberikan pendampingan edukasi digital bagi murid dan guru, sekaligus mempercepat adaptasi teknologi pendidikan di wilayah 3T.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya penguatan sarana teknologi di sekolah-sekolah terpencil guna mengejar ketertinggalan pendidikan nasional. Salah satu program yang terus didorong pemerintah adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di berbagai sekolah wilayah timur Indonesia.

“Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T,” tegas Gibran.

Selain penguatan digitalisasi pendidikan dasar, pemerintah juga memberi perhatian terhadap peningkatan keterampilan tinggi atau high skill di jenjang pendidikan menengah. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan global sekaligus memaksimalkan bonus demografi Indonesia melalui generasi muda yang produktif dan kompetitif.

Melalui penguatan teknologi pendidikan dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap seluruh anak bangsa dapat memperoleh akses pendidikan berkualitas secara merata tanpa terkecuali. Pemerataan pendidikan dan adaptasi teknologi diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan target Indonesia Maju di masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!