31.9 C
Jakarta

Kalah dari Malaysia, Tim Takraw Obati Luka di Wasola

Baca Juga:

KUALA LUMPUR, MENARA62.COM – Kekalahan dari tuan rumah Malaysia pada semifinal World Cup Sepak Takraw 2026 tak membuat semangat tim nasional Indonesia runtuh. Usai tersingkir dengan skor 2-0 di Stadium Titiwangsa, para pemain, pelatih, dan ofisial memilih mengobati kekecewaan dengan menikmati hangatnya Soto Lamongan di Warung Soto Lamongan (WASOLA), Kuala Lumpur, Sabtu (23/5/2026) malam.

Suasana malam di ibu kota Malaysia itu terasa berbeda bagi skuad Merah Putih. Lampu-lampu kota mulai menyala ketika rombongan tim tiba di WASOLA, sebuah warung makan khas Indonesia yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul warga Tanah Air di Negeri Jiran.

Aroma masakan Nusantara dan suasana kekeluargaan membuat rasa kecewa perlahan mencair. Soto panas yang tersaji di meja menghadirkan kehangatan tersendiri setelah perjuangan panjang di ajang World Cup 2026 yang berlangsung pada 13–23 Mei 2026.

Pada laga semifinal nomor team event, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 2-0. Kekalahan di dua regu awal membuat pertandingan regu ketiga tidak lagi dimainkan karena Malaysia sudah memastikan tiket ke partai final.

Meski gagal melangkah ke final, para pemain tetap mencoba menjaga semangat. Tawa kecil dan obrolan santai terdengar di sela makan malam bersama yang berlangsung akrab.

“Kalau menang dan kalah itu biasa. Yang penting kita sudah berjuang maksimal untuk Merah Putih,” ujar Sholikan Abd Halim yang mendampingi rombongan tim sepak takraw Indonesia menuju WASOLA.

Bagi para atlet, malam kebersamaan itu bukan sekadar agenda makan malam biasa. WASOLA seolah menjadi ruang pelepas rindu kampung halaman di tengah kerasnya persaingan olahraga internasional.

Momen tersebut juga memperlihatkan sisi lain dunia olahraga. Para atlet yang sebelumnya bertarung penuh tensi di arena pertandingan, malam itu duduk santai bersama keluarga besar Muhammadiyah di Malaysia. Tidak ada lagi tekanan pertandingan maupun sorak penonton, yang tersisa hanyalah rasa syukur dan kebersamaan.

Walau gagal membawa pulang gelar juara dunia, tim sepak takraw Indonesia tetap mencatatkan prestasi membanggakan dengan finis sebagai juara ketiga bersama Korea Selatan. Dari Kuala Lumpur, skuad Garuda pulang bukan hanya membawa medali, tetapi juga kisah tentang perjuangan, solidaritas, dan kehangatan sederhana yang mampu mengobati luka kekalahan. (Ulin/Soleh)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!