SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menggelar Salat Iduladha pada 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, yang jatuh pada Rabu (27/5) di Edutorium KH Ahmad Dahlan.
Lantunan takbir berkumandang seiring kedatangan ribuan jamaah yang memadati pelataran Edutorium. Jamaah Salat Iduladha tahun ini berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum. Manakala imam mengumandangkan takbiratul ihram, jamaah tampak khusyuk mendirikan salat.
Imam sekaligus khatib Salat Iduladha tahun ini adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta Drs. KH. Anwar Shaleh, M.Hum. Dalam khotbahnya, Anwar menekankan tiga semangat penting Hari Raya Iduladha, yakni semangat ketaatan kepada Allah dan tawakal, keikhlasan, serta pengorbanan dan solidaritas sesama manusia.
Bentuk ketaatan ini tergambar sejak pertama kali perintah berkurban diturunkan kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail, sebagai wujud ketaatan.
“Padahal Ismail itu sudah lahir dalam penantian yang panjang. Sangat dicintai oleh Ibrahim. Namun karena itu perintah Allah, Nabi Ibrahim tetap siap menjalankan perintah Allah,” jelas Anwar.
Kisah ketaatan Nabi Ibrahim, kata Anwar, sudah semestinya diimplementasikan ke dalam peribadatan umat manusia. Meskipun perlu mempertimbangkan hal lain, ketaatan dapat menjadi penguat dalam melaksanakan ibadah.
“Kadang-kadang memang mempertimbangkan sesuatu, tapi karena adanya ketaatan, maka pertimbangan hal-hal lain itu kadang-kadang perlu dikesampingkan, yang penting apa yang diperintahkan Allah sudah dapat kita tunaikan dengan sebaik-baiknya,” terusnya.
Nilai keikhlasan dalam pelaksanaan kurban hendaknya ditujukan untuk mencari ridha Allah semata. Itulah sebabnya ibadah yang dilakukan umat muslim harus dilandasi dengan keikhlasan sehingga Allah mencatat sebagai amal kebaikan.
Anwar juga menyebut kurban sebagai momentum pengorbanan dan memperkuat solidaritas sosial. Pengorbanan ini tidak lepas dari sifat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.
Lembaga-lembaga filantropi dan gerakan sosial, seperti LazisMu, merupakan perwujudan kepedulian sosial yang selaras dengan spirit pengorbanan.
“Semua ini adalah bagaimana kita peduli dengan lingkungan kita. Bagaimana bisa kita membawa maju umat Islam ini ke arah yang lebih unggul dan berkemajuan,” tegas Anwar.
Di akhir khutbahnya, Anwar mengajak umat Islam untuk menanamkan kepedulian bagi diri sendiri, lingkungan, dan umat yang membutuhkan pertolongan. Anwar juga mengajak umat untuk tergerak mendakwahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
“Semoga kita bisa selalu peduli kepada lingkungan, peduli membantu materi, peduli mengajak kepada kebaikan sehingga umat Islam ini dapat terwujud Islam yang sebenar-benarnya di tengah bumi Nusantara,” tandas Anwar sebelum menutup khutbah dengan doa. (*)

