27.6 C
Jakarta

Permintaan Kambing Kurban di Sragen Naik 30 Persen

Baca Juga:

SRAGEN, MENARA62.COM — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan kambing dan gibas di Kabupaten Sragen mengalami peningkatan signifikan. Aktivitas di peternakan Gondho Mendho, Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh, pun tampak semakin sibuk melayani pesanan hewan kurban dari berbagai daerah.

 

Pengelola usaha ternak Gondho Mendho, Rusmanto, mengatakan peningkatan permintaan kambing dan gibas tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pesanan datang tidak hanya dari wilayah Sragen, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar kota.

 

“Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi peternak. Menjelang Idul Adha biasanya permintaan memang meningkat tajam,” ujar Rusmanto.

 

Menurutnya, sejak beberapa bulan terakhir pihaknya telah mempersiapkan ternak dengan perawatan lebih intensif. Kambing dan gibas yang dipelihara tidak hanya untuk kebutuhan kurban, tetapi juga melayani aqiqah hingga kebutuhan pedagang kuliner seperti penjual sate kambing.

 

Rusmanto menjelaskan, pembeli kini mulai datang lebih awal untuk memilih kambing sesuai ukuran dan bobot yang diinginkan. Jenis kambing Jawa dan gibas berbobot besar menjadi yang paling banyak diminati konsumen karena dinilai memiliki kualitas daging yang baik.

 

Kesibukan terlihat hampir di seluruh area kandang. Para pekerja tampak memilah kambing siap jual, membersihkan kandang, menjaga kesehatan ternak, hingga menyiapkan pengiriman ke sejumlah daerah.

 

Selain penjualan langsung, Gondho Mendho juga menjalankan usaha jual beli kambing bakalan, sistem gaduh atau titip pelihara, hingga penjualan ternak ke pasar tradisional. Sistem tersebut dinilai membantu masyarakat yang ingin mulai beternak meski belum memiliki modal maupun pengalaman cukup.

 

Meski permintaan meningkat, harga kambing tahun ini masih relatif stabil. Rusmanto mengakui terdapat sedikit kenaikan harga, namun tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya.

 

Menurutnya, stabilnya harga dipengaruhi stok kambing di pasaran yang masih cukup tersedia. Selain itu, permintaan di luar musim kurban cenderung menurun sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. Sebagian konsumen juga mulai memilih sapi untuk kurban bersama.

 

Sementara itu, pengamat wirausaha dan bisnis sekaligus Ketua Pusat Studi Inkubator Wirausaha dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof Dr Ir Suranto ST MM MSi, menilai kambing dan gibas tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berkurban.

 

“Harga kambing lebih terjangkau dibanding sapi sehingga cocok untuk kurban perorangan. Selain itu, proses perawatan dan pengirimannya juga lebih praktis,” jelas Prof Suranto.

 

Ia menambahkan, ketersediaan kambing di pasaran yang relatif banyak membuat masyarakat lebih mudah memilih hewan kurban sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

 

Menurutnya, pengembangan usaha peternakan kambing dan gibas berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

 

“Baik usaha mandiri maupun kelompok seperti masjid preneur, satu rumah satu usaha, hingga sarjana penggerak usaha mandiri bisa menjadi bagian penguatan ekonomi masyarakat desa,” tegasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!