31.2 C
Jakarta

Kesmas UMS Edukasi Orang Tua soal Kesehatan Reproduksi Anak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Dosen Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id (UMS), Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum S.K.M., M.Kes., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kantor Kepala Desa Sindon pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Prodi Kesmas UMS, Politeknik Assalam Surakarta, dan TK Aisyiyah Sindon yang dihadiri 30 orang tua murid dari TK Aisyiyah Sindon.

Kegiatan ini turut melibatkan alumni dan mahasiswa Kesmas UMS, yaitu Chayanita Sekar Wijaya, S.K.M., M.K.M., Ramadhani Aisyah, S.K.M., M.K.M., Aulia Suffah, S.K.M., M.K.M., An Afida Atsna, dan Rara Vera Nathania dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan juga pendampingan kegiatan.
Kegiatan ini berfokus pada pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi anak sejak dini.

“Pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran utama dalam membangun pemahaman anak sejak dini. Jika komunikasi tidak dibangun sejak kecil, anak berisiko mencari informasi sendiri saat dewasa dari sumber yang belum tentu benar,” jelas Tanjung, Kamis (11/6/2026).

Dalam salah satu sesi, peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya mengenalkan kesehatan reproduksi kepada anak sesuai dengan tahapan usianya. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai cara membangun komunikasi yang efektif terkait kesehatan reproduksi dengan anak, serta berbagi pengalaman dalam menerapkan komunikasi tersebut di lingkungan keluarga.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pendataan kesehatan anak dalam keluarga.
Materi pertama mengenai edukasi kesehatan reproduksi anak sejak dini disampaikan oleh Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum S.K.M., M.Kes. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu. Orang tua perlu mengenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan, organ reproduksi, batasan sentuhan yang aman, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak sejak usia dini.

Materi kedua mengenai pentingnya memulai pendataan kesehatan secara digital sejak dini disampaikan oleh Chayanita Sekar Wijaya, S.K.M., M.K.M. Ia memberikan pemahaman kepada orang tua tentang manfaat pencatatan kesehatan digital yang dapat memudahkan pemantauan riwayat kesehatan anak secara berkelanjutan dan terintegrasi.

“Pendataan kesehatan digital diharapkan dapat membantu orang tua dalam mengakses informasi kesehatan anak secara lebih mudah dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif,” ungkap Chayanita dalam materinya.

Peserta tampak antusias mendengarkan dan aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait cara mengenalkan pendidikan kesehatan reproduksi kepada anak serta membangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan optimisme orang tua bahwa mereka memiliki kemampuan dan peran penting dalam menyampaikan edukasi kesehatan reproduksi kepada anak sejak dini.

Kesmas UMS berharap kegiatan dapat meningkatkan kesadaran orang tua bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dan pendataan kesehatan digital merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja, orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kesehatan yang tepat sejak dini sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aman, dan mampu memahami dirinya dengan baik. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!