GOWA, MENARA62.COM – Berawal dari lembaran koran yang ditempel di dinding kandang bebek, Desa Sejahtera Astra Kanreapia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini bertransformasi menjadi salah satu sentra produksi sayuran terbesar di Sulawesi Selatan. Perubahan tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan literasi masyarakat mampu mendorong kemajuan di sektor pertanian, lingkungan, hingga ekonomi desa.
Transformasi Desa Sejahtera Astra Kanreapia bermula dari inisiatif Jamaluddin Daeng Abu, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 Bidang Pendidikan sekaligus Penggerak Desa Sejahtera Astra Kanreapia. Berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya tingkat literasi masyarakat, ia mendirikan Rumah Koran, sebuah ruang belajar sederhana yang memanfaatkan koran bekas sebagai media pembelajaran.
Dari Rumah Koran tersebut, masyarakat mulai mengenal berbagai informasi, mulai dari membaca berita hingga memahami petunjuk pada kemasan benih pertanian. Peningkatan pengetahuan itu kemudian menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi di bidang pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kini, Desa Sejahtera Astra Kanreapia telah memiliki dua Rumah Koran yang tidak hanya menjadi pusat literasi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang dikunjungi berbagai kalangan.
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan Astra meyakini perubahan berkelanjutan lahir dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Astra percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan berawal dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Melalui Desa Sejahtera Astra, kami terus mendampingi masyarakat melalui kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan agar potensi lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Boy.
Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2021, Kanreapia terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang telah menjangkau sekitar 1.000 penerima manfaat.
Pendampingan dilakukan melalui penguatan literasi, penerapan pertanian organik, pelestarian sumber mata air, pembangunan embung, pengembangan budidaya hortikultura, hingga penguatan pemasaran hasil pertanian.
Selain itu, Desa Sejahtera Astra Kanreapia juga mengembangkan Sekolah Alam yang setiap tahun meluluskan sekitar 15 peserta didik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Dampak dari program tersebut kini dirasakan langsung oleh para petani. Jika sebelumnya budidaya dilakukan berdasarkan pengalaman dan intuisi, kini petani memanfaatkan berbagai informasi dan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.
Perkembangan tersebut menjadikan Desa Sejahtera Astra Kanreapia sebagai salah satu sentra sayuran terbesar di Sulawesi Selatan yang mampu menopang perekonomian masyarakat setempat.
Tak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, hasil panen para petani juga memberikan manfaat sosial melalui program Sedekah Sayur, yang secara rutin menyalurkan hasil pertanian kepada sekitar 100 panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan di Sulawesi Selatan.
Transformasi Kanreapia menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Berawal dari Rumah Koran, desa ini berhasil membangun ekosistem pemberdayaan berbasis literasi yang memperkuat sektor pertanian, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui program Desa Sejahtera Astra, perusahaan terus mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi lokal sebagai bagian dari komitmen mewujudkan cita-cita “Sejahtera Bersama Bangsa” sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. (*)
