SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat–Usaha Produktif Unggulan Daerah (PM-UPUD), UMS melatih masyarakat Desa Wisata Jarum, Kabupaten Klaten, mengembangkan produk ecoprint yang memiliki daya saing hingga pasar internasional.
Pelatihan kewirausahaan, penamaan produk, dan desain ecoprint tersebut digelar di Desa Wisata Jarum pada Sabtu (21/6/2026) dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan masyarakat agar tidak hanya mampu menghasilkan produk ecoprint berkualitas, tetapi juga memiliki identitas merek, desain, dan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai jual produk.
Ketua Tim PM-UPUD UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.Sos., S.E., M.M., CMA., mengatakan pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Produk yang berkualitas perlu didukung strategi pemasaran, identitas merek, dan desain yang menarik agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Karena itu, pendampingan yang kami lakukan tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga penguatan kewirausahaan dan branding,” ujar Aflit, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, tim PM-UPUD UMS memberikan pendampingan mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, penguatan kewirausahaan, hingga branding sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam pelatihan tersebut, dosen Biologi UMS Lina Agustina, S.Pd., M.Pd., membekali peserta dengan pengetahuan mengenai teknik dasar ecoprint, karakteristik berbagai jenis daun, kandungan pigmen alami, hingga cara memilih bahan yang mampu menghasilkan motif dan warna optimal.
Sementara itu, dosen bidang Ekonomi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Aulia Uswatun Khasanah, S.E., M.M., memberikan materi mengenai strategi pengembangan usaha, penamaan produk (branding), serta pentingnya desain produk dan kemasan dalam meningkatkan daya tarik konsumen.
Peserta kemudian mempraktikkan langsung pembuatan kain ecoprint menggunakan metode pounding di bawah bimbingan praktisi ecoprint Desa Wisata Jarum, Sri Mulyani. Mulai dari memilih daun hingga menghasilkan motif alami pada kain, seluruh proses dilakukan secara langsung sebagai implementasi materi yang telah diberikan.
Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat maupun pelaku UMKM setempat. Menariknya, kegiatan tersebut juga diikuti wisatawan mancanegara yang ikut mencoba teknik ecoprint, sekaligus memperkenalkan potensi Desa Wisata Jarum kepada komunitas internasional.
Salah seorang peserta internasional mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, tidak hanya mengenai teknik pembuatan ecoprint, tetapi juga wawasan mengenai pengembangan usaha, branding, desain produk, dan strategi pemasaran.
Kehadiran akademisi dan praktisi dalam satu kegiatan dinilai semakin meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk mengembangkan produk ecoprint agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui program PM-UPUD, UMS berharap masyarakat Desa Wisata Jarum mampu menghasilkan produk ecoprint bernilai tambah melalui inovasi desain, penguatan identitas merek, serta peningkatan kompetensi kewirausahaan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas UMKM, memperluas akses pasar, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Pendampingan yang dilakukan UMS diharapkan mampu menjadikan Desa Wisata Jarum sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus sentra produk ecoprint yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Di akhir kegiatan, peserta dan mitra menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan Program PM-UPUD, serta kepada UMS yang terus berkomitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal. (*)
