JAKARTA, MENARA62.COM – Lazismu memasuki usia ke-24 dengan mempertegas komitmennya sebagai lembaga filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berdampak. Mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, Lazismu menegaskan pentingnya kolaborasi dan penguatan tata kelola untuk mengoptimalkan potensi amil serta memperluas manfaat bagi mustahik di seluruh Indonesia.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan tema Milad ke-24 merupakan implementasi Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional Lazismu 2026 di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, integrasi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu melahirkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Integrasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu menghasilkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Senin (28/7/2026).
Sejak berdiri pada 2002, Lazismu terus memperluas jangkauan pelayanan melalui enam pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah, kemanusiaan, serta lingkungan. Berbagai program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong kemandirian mustahik.
Di sektor ekonomi, Lazismu mengembangkan beragam program pemberdayaan seperti TelurMu, pemberdayaan UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, Ketahanan Pangan, Keuangan Mikro, Kampung Berkemajuan, hingga pelatihan ecoprint bagi penyandang disabilitas. Program-program tersebut telah menjangkau 37.360 penerima manfaat.
Sementara pada pilar pendidikan, Lazismu menghadirkan berbagai program beasiswa, di antaranya Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari, dan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP). Selain itu, terdapat program Save Our School, Peduli Guru, Tablet untuk Pelajar, dan Lazismu Goes to Campus yang sepanjang 2025 telah memberikan manfaat kepada 205.630 penerima manfaat.
Di bidang kesehatan, Lazismu menjalankan layanan Ambulans Gratis, Klinik Apung Said Tuhuleley, Rumah Singgah Pasien, serta program sanitasi masyarakat. Lembaga ini juga aktif mendukung program pemerintah melalui pendampingan pasien tuberkulosis (TBC), pemberian paket nutrisi, dan pencegahan stunting yang telah menjangkau 32.361 penerima manfaat.
Adapun pada pilar sosial dan dakwah, sebanyak 1.952.422 penerima manfaat telah menerima layanan melalui program pemberdayaan mualaf, pendampingan penyandang disabilitas, pelayanan lansia, kurban untuk ketahanan pangan, hingga berbagai aksi kemanusiaan.
Lazismu juga memperkuat kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Pelihara Daratmu, Sayangi Lautmu, dan Tanam Pohon yang telah memberikan manfaat kepada 45.550 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Penghimpunan Dana Lampaui Target
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 Lazismu berhasil mencatat penghimpunan dana nasional sebesar Rp792.963.027.166,23, atau mencapai 153 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp519.784.511.511,00.
Sementara itu, realisasi penyaluran dana mencapai Rp641.321.126.158,69, setara sekitar 81 persen dari total dana yang berhasil dihimpun.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap amanah yang dititipkan para muzaki dan donatur disalurkan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Barry.
Tren pertumbuhan Lazismu juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, penghimpunan dana mencapai Rp508 miliar dengan penyaluran sekitar Rp457,6 miliar. Setahun kemudian, penghimpunan meningkat menjadi Rp532,2 miliar, sementara penyaluran mencapai Rp519,6 miliar.
Konsisten Raih Akreditasi dan Opini WTP
Komitmen terhadap tata kelola yang baik turut dibuktikan melalui raihan Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia secara berturut-turut sejak 2019 hingga 2024.
Dalam aspek akuntabilitas keuangan, Lazismu juga secara konsisten memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik atas laporan keuangan tahunan selama periode 2019–2024.
Selain itu, berbagai penghargaan nasional berhasil diraih, di antaranya IMZ Award, Rekor MURI, BAZNAS Award, Forum Zakat Award, Indonesia Fundraising Award, SDGs Award Bappenas, SNI Award, serta sejumlah penghargaan lain di bidang filantropi dan pengelolaan dana sosial keagamaan.
Puncak Milad Digelar di Perpustakaan Nasional
Puncak peringatan Milad ke-24 Lazismu akan berlangsung pada Rabu (29/7/2026) di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Agenda tersebut akan dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kementerian Agama RI, mitra dunia usaha, media massa, muzaki, serta berbagai mitra strategis. Rangkaian kegiatan meliputi amanat Milad, peluncuran kolaborasi pemberdayaan masyarakat, bedah buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan, hingga pertandingan persahabatan mini soccer bersama Forum Zakat, POROZ, dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama.
Momentum Milad ke-24 ini menjadi penegasan komitmen Lazismu untuk terus memperkuat integrasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme amil, serta menghadirkan program pemberdayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan semakin luas manfaatnya bagi mustahik serta kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*)
