SOLO, MENARA62.COM – Suasana berbeda mewarnai kegiatan Jumat Religi di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Jumat (12/6/2026). Jika biasanya tausyiah diisi oleh guru atau tokoh lokal, kali ini siswa mendapat pengalaman istimewa dengan hadirnya mahasiswa asing asal Nigeria, Aminu Khidir, sebagai pengisi tausyiah.
Kegiatan Jumat Religi diawali dengan shalat dhuha berjamaah, dilanjutkan murojaah hafalan Al-Qur’an, hafalan hadits pilihan, serta tausyiah. Kehadiran Aminu Khidir memberikan nuansa internasional sekaligus menjadi pembelajaran langsung tentang keberagaman bagi para siswa.
Dalam tausyiahnya, Aminu memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswa asal Nigeria, Benua Afrika, yang telah menempuh pendidikan selama empat tahun di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Arab.
“Alhamdulillah saya belajar di Indonesia selama empat tahun. Melalui Muhammadiyah saya mendapat banyak pengalaman, termasuk mengunjungi sekolah-sekolah Muhammadiyah, salah satunya SD Muhammadiyah 24,” ungkap Aminu.
Ia menyampaikan rasa syukurnya dapat mengenal Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia. Menurutnya, berbagai kegiatan bersama sekolah Muhammadiyah memberikan pengalaman berharga selama berada di Indonesia.
“Terima kasih kepada Muhammadiyah, terima kasih kepada Indonesia dan orang-orang Indonesia. Hari ini juga hari istimewa bagi saya karena bisa bertemu dengan keluarga besar SD Muhammadiyah 24 Surakarta,” ujarnya.
Aminu juga mengapresiasi para siswa SD Muhammadiyah 24 yang menurutnya memiliki semangat belajar tinggi. Ia terkesan dengan kemampuan siswa dalam menggunakan beberapa bahasa.
“Anak-anaknya baik sekali, murid-muridnya taat. Bisa bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Indonesia, apalagi bahasa Jawa. Masyaallah,” katanya.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Sri Mulyana atau yang akrab disapa Pakde Jabrick, mengatakan kegiatan Jumat Religi kali ini menjadi momen pembelajaran penting bagi siswa.
Menurutnya, menghadirkan mahasiswa asing menjadi cara untuk mengenalkan nilai keberagaman kepada anak-anak sejak dini.
“Anak-anak dikenalkan bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Dari perbedaan itu, manusia dinilai bukan dari warna kulitnya, tetapi dari ketakwaannya,” jelasnya.
Pakde Jabrick menambahkan, Aminu Khidir juga mengajak siswa belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab sederhana dalam suasana yang menyenangkan.
“Beliau mengajarkan anak-anak bahasa Inggris dan bahasa Arab ringan seperti ijlis, berdiri, duduk, dan lainnya. Anak-anak terlihat ceria karena pembawaan beliau yang mudah bergaul,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman tersebut mampu membangun wawasan global para siswa sekaligus memperkuat karakter Islami.
“Semoga Mas Aminu Khidir semakin sukses dan bisa mengembangkan Muhammadiyah di Nigeria. Kami juga berharap SD Muhammadiyah 24 semakin maju dan terus melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berakhlak mulia,” pungkasnya.
Kegiatan Jumat Religi ini menjadi salah satu ikhtiar SD Muhammadiyah 24 Gajahan dalam membangun generasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menghargai keberagaman dunia. (*)
