BANDUNG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung memasuki usia satu dekade pada Ahad (14/6/2026). Dalam momentum Milad ke-10, UM Bandung menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dengan memperkuat kualitas pendidikan, inovasi, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Perayaan Milad ke-10 digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung dengan dihadiri sivitas akademika dan berbagai unsur pimpinan universitas. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan kampus sekaligus menatap target besar di masa depan.
Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, menyampaikan bahwa perjalanan selama sepuluh tahun menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, program studi, hingga layanan pendidikan.
“Di usia sepuluh tahun ini, jumlah mahasiswa baru UM Bandung harus terus naik. Harapannya, jumlah mahasiswa kita ke depan dapat mencapai sepuluh ribu orang. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kerja keras dan kolaborasi kita untuk mewujudkan target tersebut,” ujar Herry.
Ia menjelaskan, UM Bandung yang pada awal berdiri memiliki sekitar 50 mahasiswa baru, kini telah berkembang dengan memiliki 20 program studi di bawah lima fakultas, ditambah Program Magister Manajemen dan Profesi Apoteker.
Menurutnya, tantangan ke depan adalah meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar UM Bandung semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. Saat ini, mayoritas mahasiswa UM Bandung masih berasal dari Jawa Barat sehingga perlu penguatan promosi dan pengembangan institusi secara berkelanjutan.
Selain peningkatan jumlah mahasiswa, UM Bandung juga menargetkan pencapaian akreditasi unggul serta pengembangan program studi baru, termasuk jenjang magister yang sedang dalam proses perizinan.
Selama satu dekade, UM Bandung telah mencatat berbagai capaian, mulai dari memiliki gedung sendiri, peningkatan fasilitas, meraih akreditasi institusi “Baik Sekali”, penguatan sistem manajemen mutu, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, hingga berbagai prestasi tingkat nasional dan internasional.
“Para pendiri UM Bandung tidak hanya membangun kampus, tetapi menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi masa depan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki karakter keislaman yang kuat,” tegas Herry.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan menghadapi perubahan zaman dengan semangat kemajuan sesuai nilai-nilai Muhammadiyah.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bandung, Dadang Kahmad, mengapresiasi perkembangan kampus tersebut selama sepuluh tahun terakhir.
Menurutnya, UM Bandung telah menjadi bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kewirausahaan.
“Milad satu dekade ini bukan sekadar perayaan perjalanan waktu, tetapi menjadi momentum refleksi, evaluasi, dan memperkuat tekad menuju masa depan UM Bandung yang lebih gemilang,” ujar Dadang.
Ia berharap UM Bandung terus memperkuat kualitas akademik, inovasi, riset, kemitraan, serta kontribusi sosial agar semakin memberi manfaat bagi umat dan bangsa.
Perayaan Milad ke-10 UM Bandung juga dimeriahkan dengan Lomba Kreasi Nasi Goreng antarprogram studi. Kegiatan yang diikuti dekan, ketua program studi, dan dosen tersebut berlangsung meriah serta mempererat kebersamaan keluarga besar UM Bandung.
Memasuki dekade kedua, UM Bandung berkomitmen melanjutkan transformasi sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. (FA/FK)

