33.4 C
Jakarta

UNIMMA Perkuat Kolaborasi Global Lewat GSDC 2026

Baca Juga:

TANGERANG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) memperkuat jejaring dan kolaborasi internasional melalui partisipasi dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Forum global tersebut berlangsung pada Senin–Kamis (22–25/6/2026).

GSDC 2026 yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) menghadirkan berbagai perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi internasional, serta mitra pembangunan dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UNIMMA, Dr. apt. Elmiawati Latifah, M.Sc., menyampaikan bahwa keikutsertaan UNIMMA dalam forum internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan global sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

“Kehadiran UNIMMA dalam forum internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs sekaligus mempercepat transformasi menuju pemeringkatan internasional THE Impact Rankings,” ujarnya.

Menurutnya, partisipasi UNIMMA juga merupakan tindak lanjut atas arahan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) agar semakin aktif menunjukkan dampak nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Dalam GSDC 2026, UNIMMA membawa sejumlah praktik baik yang telah dikembangkan melalui integrasi SDGs dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Tiga fokus utama yang menjadi unggulan UNIMMA yakni SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Pada bidang SDG 8, UNIMMA mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM, digitalisasi usaha, pengembangan desa wisata, ekonomi syariah, serta penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Sementara pada SDG 4, UNIMMA berfokus pada penguatan literasi dan numerasi, pendidikan inklusif, peningkatan kapasitas guru, serta pengembangan model pembelajaran inovatif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Adapun pada SDG 3, UNIMMA terus mendorong inovasi kesehatan berbasis bahan alam, pencegahan stunting, ketahanan pangan, serta layanan kesehatan berbasis komunitas.

Berbagai penelitian unggulan UNIMMA juga telah menghasilkan sejumlah inovasi, termasuk pengembangan prototipe dan produk kesehatan berbasis bahan alam, salah satunya nanoemulsi herbal untuk terapi kanker payudara.

Melalui keterlibatan dalam GSDC 2026, UNIMMA optimistis semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing global dan aktif berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor yang dibangun dalam forum internasional tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperluas dampak positif UNIMMA bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!