29.9 C
Jakarta

UM Bandung Bekali Mahasiswa Kuasai Literasi Karier

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Duta Literasi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membekali mahasiswa dengan keterampilan merancang masa depan melalui kegiatan Literasi Karier bertajuk “Your Path, Your Field, Your Future” yang digelar di Lantai 2 Gedung UM Bandung, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Mengusung tema pengembangan karier sejak dini, kegiatan tersebut menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi yang membahas strategi membangun kompetensi, menyusun CV profesional, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam proses mencari kerja.

Ketua Duta Literasi Manajemen UM Bandung, Siti Azmi Nur Islami, mengatakan literasi karier merupakan bekal penting bagi mahasiswa di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, literasi karier tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat curriculum vitae (CV) atau melamar pekerjaan, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali potensi diri, memahami minat dan bakat, serta membaca kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta memperoleh wawasan yang lebih luas dalam merencanakan masa depan kariernya. Temukan jalanmu, kuasai bidangmu, dan jemput masa depanmu dengan literasi karier,” ujar Siti.

Sementara itu, Pembina Duta Literasi Manajemen UM Bandung, Megha Sakova, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi karier menjadi salah satu langkah strategis dalam membantu mahasiswa mempersiapkan diri memasuki dunia profesional secara lebih terarah.

Megha mengimbau mahasiswa mulai menyusun roadmap karier sejak masih duduk di bangku kuliah agar memiliki tujuan yang jelas dalam menentukan profesi yang akan ditekuni.

“Manfaatkan waktu kalian untuk menyusun roadmap karier. Tentukan sejak sekarang bidang yang ingin kalian tekuni agar setiap langkah yang diambil menjadi lebih terarah,” katanya.

Dosen Program Studi Manajemen UM Bandung itu juga mendorong mahasiswa aktif berkonsultasi dengan dosen sebagai mentor untuk memperoleh arahan sesuai potensi dan tujuan karier masing-masing.

“Semoga kalian dapat meraih kesuksesan dengan versi terbaik kalian, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, mengharumkan nama Prodi Manajemen UM Bandung, dan mampu menjalankan peran di dunia kerja sebagai agent of change,” pungkas Megha.

Dalam sesi utama, Psikolog Industri dan Organisasi sekaligus Career Coach, Silmina Fauziyah, menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan karier jauh sebelum lulus kuliah.

Menurut Silmina, perusahaan saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan atau indeks prestasi kumulatif (IPK). Rekruter juga menilai arah karier, pengalaman yang relevan, keterampilan, hingga jejak profesional yang dimiliki pelamar.

“Oleh karena itu, mahasiswa harus mulai mengenali potensi diri, membangun pengalaman yang relevan, dan menyusun CV serta personal branding sejak dini, bukan ketika lowongan pekerjaan sudah dibuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, CV yang baik bukanlah CV yang memuat informasi sebanyak-banyaknya, melainkan dokumen yang mampu menunjukkan kompetensi secara relevan, mudah dipahami, dan kompatibel dengan sistem Applicant Tracking System (ATS) yang kini banyak digunakan perusahaan dalam proses rekrutmen.

Silmina juga menjelaskan bahwa pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, maupun proyek perkuliahan dapat menjadi nilai tambah apabila disusun menggunakan pendekatan berbasis hasil, seperti metode Situation, Task, Action, Result (STAR).

“Mahasiswa tidak perlu menunggu menemukan passion secara sempurna karena karier dibangun melalui pengalaman, kesempatan, pengembangan keterampilan, dan keberanian mencoba berbagai bidang,” tegasnya.

Selain itu, Silmina mendorong mahasiswa membangun personal branding yang autentik melalui platform profesional seperti LinkedIn. Menurutnya, personal branding bukan sekadar pencitraan, tetapi menjadi cara membangun reputasi dan menunjukkan konsistensi kompetensi di bidang yang ditekuni.

Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak untuk mendukung proses pencarian kerja, mulai dari mengidentifikasi kata kunci lowongan, menyempurnakan CV, menyusun CV Objective, hingga berlatih menghadapi wawancara kerja.

“Namun, perlu diingat bahwa AI hanya membantu menyusun bahasa dan memberikan masukan. AI bukan untuk menciptakan pengalaman atau data yang tidak pernah dimiliki pelamar,” pungkas Silmina.

Melalui kegiatan Literasi Karier ini, Duta Literasi Manajemen UM Bandung berharap mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menyusun perencanaan karier, meningkatkan daya saing, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!