YOGYAKARTA, MENARA62.COM – SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan dalam pembinaan atlet pelajar. Sekolah ini mendapat apresiasi dari Direktorat SMA Kementerian Pendidikan melalui kunjungan kerja yang bertujuan meninjau pelaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) sekaligus menggali praktik baik pengembangan pendidikan berbasis ketalentaan olahraga.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) tersebut dihadiri perwakilan Direktorat SMA, Rurry Fatchorrachman dan Khafidz Farid beserta jajaran. Mereka disambut langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Darmansyah, bersama para guru.
Dalam kesempatan itu, Direktorat SMA memberikan apresiasi karena SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah swasta yang diakui memiliki eksistensi sebagai sekolah berbasis olahraga. Pengalaman sekolah tersebut dinilai dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan olahraga di berbagai daerah di Indonesia.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan para siswa Kelas Khusus Olahraga. Rurry Fatchorrachman berdialog langsung dengan para atlet pelajar untuk mengetahui alasan mereka memilih KKO serta bagaimana mereka membagi waktu antara kegiatan akademik dan latihan olahraga.
Tiga atlet voli pasir SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Rangga Bisma Dewantara, Fairuz Bayhaqly, dan Ghaza Muhammad Falih, mengaku memilih KKO karena memberikan kesempatan mengembangkan prestasi olahraga tanpa harus mengorbankan pendidikan.
Menurut mereka, program tersebut mampu mendukung pengembangan bakat sekaligus menjaga capaian akademik. Namun, mereka juga mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar, mulai dari padatnya jadwal latihan dan kompetisi hingga keterbatasan waktu untuk beristirahat.
Dalam forum diskusi tersebut, para peserta juga menyampaikan sejumlah masukan strategis bagi pengembangan sekolah olahraga. Salah satunya terkait perlunya dukungan pendanaan yang lebih memadai bagi atlet pelajar.
Kebutuhan seperti asupan gizi, suplemen, hingga pembinaan olahraga dinilai perlu menjadi perhatian agar prestasi siswa dapat terus meningkat. Selain itu, peserta berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan khusus atlet pelajar.
Aspek lain yang menjadi sorotan adalah pentingnya pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel dan adaptif. Dengan sistem pembelajaran yang mampu menyesuaikan jadwal latihan maupun kompetisi, siswa diharapkan tetap dapat mencapai prestasi akademik tanpa mengurangi kualitas pembinaan olahraga.
Diskusi juga mengangkat tantangan baru di era digital. Atlet pelajar dinilai tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk membangun citra positif serta menginspirasi masyarakat. Kemampuan tersebut dinilai dapat membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Darmansyah, menyambut baik kunjungan Direktorat SMA tersebut. Menurutnya, kepercayaan pemerintah menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet pelajar melalui program Kelas Khusus Olahraga.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis ketalentaan olahraga. Diharapkan, kolaborasi tersebut mampu melahirkan lebih banyak atlet pelajar yang berprestasi, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (*)

