33.7 C
Jakarta

FAI UMS Perkuat Jejaring Nasional Lewat MoU PPPAII

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat jejaring akademik nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) multipihak yang diinisiasi Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII).

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung dalam rangkaian Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 di Bandung pada 15 Juli 2026. Sebanyak 80 perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai daerah di Indonesia bergabung dalam kerja sama strategis tersebut.

FAI UMS diwakili Wakil Dekan II Bidang Keuangan, Sistem Teknologi Informasi, Sarana Prasarana, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Pengkaderan, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., sedangkan PPPAII diwakili Ketua Umum Prof. Dr. Eva Latipah, M.Si.

Wakil Dekan II FAI UMS, Dr. Istanto, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya Program Studi Pendidikan Agama Islam.

“Melalui jejaring PPPAII ini, FAI UMS memiliki ruang yang semakin luas untuk berkolaborasi dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat rekognisi nasional maupun internasional,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Menurut Istanto, ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran, pengembangan bahan kajian, hingga evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu, MoU juga membuka peluang pelaksanaan pertukaran dosen dan mahasiswa, program dosen tamu, tim pengajar bersama, penguji eksternal, mobilitas akademik, magang, praktik pengalaman lapangan, hingga berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Di bidang penelitian, seluruh perguruan tinggi yang tergabung berkomitmen membangun kelompok riset kolaboratif, menyusun proposal penelitian bersama, menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, menerbitkan buku, mengembangkan jurnal ilmiah, serta menyelenggarakan konferensi akademik secara kolaboratif.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui program pemberdayaan sekolah, madrasah, pesantren, masyarakat, serta peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam.

Tidak hanya itu, aspek kelembagaan turut menjadi perhatian melalui program benchmarking, audit mutu internal, pertukaran praktik baik (best practices), pendampingan akreditasi, pengembangan basis data kepakaran, hingga persiapan memperoleh rekognisi internasional.

Istanto menegaskan, kolaborasi antarkampus menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing lulusan sekaligus mendorong inovasi pendidikan Islam di Indonesia.

“Kami memandang kolaborasi sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing lulusan dan memperkuat inovasi pembelajaran. Melalui kemitraan ini, FAI UMS dapat mengembangkan riset kolaboratif, mobilitas akademik, publikasi internasional, serta jejaring keilmuan yang lebih luas,” katanya.

Nota Kesepahaman tersebut berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Selanjutnya, implementasi setiap program akan dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA), Implementation Arrangement (IA), maupun dokumen teknis lainnya yang mengatur target, pembiayaan, tanggung jawab, jadwal pelaksanaan, serta luaran kegiatan.

Melalui jejaring PPPAII, FAI UMS berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi riset, serta meningkatkan daya saing institusi dan lulusan di tingkat nasional maupun internasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!