32.4 C
Jakarta

PDM Boyolali Perkuat Sinergi AUM Pendidikan Muhammadiyah

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Boyolali melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) menggelar Rapat Koordinasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Bidang Pendidikan, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi, menyatukan visi, dan meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan.

 

Rapat koordinasi berlangsung di Aula PDM Kabupaten Boyolali dan diikuti seluruh kepala sekolah AUM Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali, mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK Muhammadiyah. Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Boyolali.

 

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar, menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

 

Menurutnya, sinergi seluruh AUM pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan.

 

“Seluruh AUM pendidikan harus terus memperkuat koordinasi dan kerja sama agar mutu layanan pendidikan semakin meningkat serta mampu melahirkan sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Kabupaten Boyolali, Drs. Ali Mushcson, M.Ag., menyampaikan materi mengenai Risalah Islam Berkemajuan (RIB) sebagai landasan gerak seluruh Amal Usaha Muhammadiyah.

 

Ia menjelaskan, pendidikan Muhammadiyah harus dibangun di atas nilai-nilai tauhid, berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, menghidupkan semangat ijtihad, mengembangkan sikap wasathiyah (moderat), serta menebarkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

 

Menurut Ali Mushcson, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Risalah Islam Berkemajuan harus menjadi ruh dalam seluruh proses pendidikan Muhammadiyah sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter dan nilai keislaman,” katanya.

 

Sementara itu, Drs. Jamhari Harahap, M.Pd., menyampaikan sosialisasi mengenai berbagai kebijakan Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.

 

Materi tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi para kepala sekolah dalam mengelola lembaga pendidikan sesuai regulasi yang berlaku tanpa meninggalkan identitas dan kekhasan pendidikan Muhammadiyah.

 

Di sela kegiatan, Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi sarana penting untuk memperkuat komitmen dan loyalitas insan pendidikan terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.

 

Menurutnya, FGM siap mendukung peningkatan profesionalisme guru sekaligus mempererat kolaborasi antar-AUM pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

 

Melalui rapat koordinasi ini, PDM Boyolali berharap seluruh AUM Pendidikan Muhammadiyah semakin solid dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan, mampu beradaptasi dengan berbagai kebijakan pemerintah, serta terus menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, mencerahkan, dan berkontribusi bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!